"Hari ini, semua kita, Muslim dan non-Muslim, melawan kekuatan jahat, melawan Khawarij, begundal, yang telah mencoreng Islam dengan ideologi sesat mereka," ujar Abdullah dalam pidatonya pada Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdullah mengatakan bahwa ajaran Islam membawa kedamaian dan kemakmuran, bukan teror. Pesan-pesan perdamaian dalam Islam, terutama soal prinsip-prinsip keragaman, keterbukaan dan perdamaian bersama, telah mengikat umat Muslim di mana saja, dengan masyarakat dan negara-negara tetangga.
"Islam mengajarkan kesetaraan umat manusia, pengampunan, penghormatan terhadap martabat semua orangdan hidup berdampingan sebagai tetangga yang baik," kata Abdullah.
Dia menyerukan merapatkan barisan dengan meningkatkan kerja sama antar negara untuk mengatasi masalah ekstremisme, terutama perekonomian yang banyak digunakan oleh kelompok radikal untuk menyebarkan paham mereka.
"Saat ini adalah waktunya untuk memperkuat dan menegakkan integritas dan legitimasi wilayah tetangga kita," ujar Abdullah.
Selain itu, Abdullah menyinggung soal Semangat Bandung yang menjadi landasan prinsip KAA 1955. Dia mengatakan, KAA 60 tahun lalu bertujuan untuk menegakkan hak-hak Palestina yang telah terjajah. Namun nyatanya, Palestina saat ini masih dalam belenggu pendudukan Israel.
"Ini adalah krisis dunia. Kegagalan menegakkan prinsip keadilan global telah menyebarkan sinisme dan perpecahan di seluruh dunia. Ini waktunya untuk menyelesaikan pekerjaan yang dimulai sejak lama. Mari bertindak sebagai satu kesatuan, demi penyelesaian yang adil dan berkesinambungan dari konflik Israel- Palestina," ujar Abdullah. (stu)