Seperti dilansir USA Today, Senin (27/4), jika diuangkan, 511 gading gajah tersebut diperkirakan akan mencapai nilai US$6 juta atau setara Rp78 miliar.
Pihak otoritas mulai mengikuti jejak upaya tersebut sejak adanya peringatan dari Laos, tempat tujuan terbesar penyelundupan gading.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepekan sebelumnya, pihak otoritas juga menggagalkan penyelundupan empat ton gading gajah dari Kongo yang singgah di Thailand sebelum dikirimkan ke Laos.
Thailand memang menjadi salah satu tempat persinggahan barang selundupan terbesar. Jika tidak melakukan upaya penghentian, Thailand terancam dijerat sanksi internasional.
"Setelah dua penggagalan besar ini, jaringan kejahatan lintas batas ini harus menyadari bahwa pengiriman barang selundupan melalui Thailand semakin sulit, tapi saya pikir mereka akan terus mencoba berbagai cara. Jadi, kami juga telah menyiapkan berbagai skenario untuk menangkalnya," kata Kepala Otoritas Thailand, Somchai Sujjapongse.
Sementara itu, pemburu dikabarkan telah membunuh puluhan ribu gajah Afrika demi mendapatkan gading. Salah satu pelanggan terbesar mereka adalah Tiongkok. Melihat bahaya kepunahan yang mengancam gajah Afrika, Tiongkok memberlakukan larangan impor gading gajah selama satu tahun. (stu)