Dikutip dari Reuters, militer juga membawa jenazah duta besar Norwegia, duta besar Filipina, serta istri duta besar Malaysia.
Sementara itu, Duta Besar Burhan Muhammad saat ini berada dalam kondisi kritis dan juga dilaporkan dibawa ke Islamabad untuk menjalani pengobatan akibat luka bakar parah yang dideritanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, tiga warga negara Pakistan juga tewas, yaitu Mayor Faisal and Mayor Altamash yang menjadi pilot helikopter, serta 1 kru bernama Subaidar Zakir.
Membantah klaim dari kelompok militan Taliban yang mengaku menembak helikopter itu, pemerintah Pakistan mengatakan bahwa helikopter itu mengalami kegagalan mesin.
Prajurit Pakistan membentuk barisan kehormatan, menerima peti mati, yang terbungkus bendera nasional dan dihiasi dengan karangan bunga, saat pesawat yang membawa mereka dari Gilgit, tiba di Islamabad. Upacara ini disiarkan langsung di televisi Pakistan.
Para diplomat, berpakaian hitam-hitam, dan petinggi militer, termasuk kepala militer Jenderal Raheel Sharif, hadir di bandara.
Gilgit, sekitar 250 km sebelah utara dari Islamabad, bukan merupakan basis Taliban. Kelompok itu juga seringkali mengklaim bertanggung jawab atas insiden meski mereka sebenarnya sama sekali tidak terlibat.
Saksi di lapangan juga melaporkan tidak ditemukan indikasi ke arah klaim Taliban.
"Ini kemungkinan hanya pernyataan putus asa dari mereka (Taliban) untuk menarik perhatian media internasional,” kata profesor hubungan internasional dan ahli Pakistan dari Universitas Boston, Adil Najam.
Mi-17 sendiri merupakan helikopter yang dianggap handal, pertama kali dibuat oleh Rusia sesuai dengan kondisi iklim dan geografis di Asia.
Secara umum, media melaporkan bahwa militer Pakistan dianggap memiliki jejak yang baik dalam pemeliharaan peralatan mereka, meski terjadi empat kecelakaan Mi-17 dalam 11 tahun terakhir.
Sebuah tim militer sedang menyelidiki kecelakaan itu. (stu)