Dilaporkan Reuters, ISIS mengklaim menahan sejumlah tank dan membunuh "puluhan orang murtad", merujuk kepada para pasukan militer Irak, dalam sebuah pernyataan.
Pada Minggu (17/5), anggota dewan Provinsi Anbar, Athal Fahdawi menggambarkan Kota Ramadi telah "hancur total."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagian besar pasukan menarik diri dari operasi perintah pusat dan anggota Daesh berhasil mendobrak masuk dari gerbang selatan," kata sumber militer yang namanya tak dipublikasikan tersebut. Daesh adalah nama lain untuk ISIS.
"Kami mundur ke barat untuk mencapai daerah aman," katanya melanjutkan.
Jatuhnya Ramadi ke tangan ISIS merupakan kemenangan terbesar bagi kelompok militan ini di Irak sejak pasukan keamanan Irak, kelompok paramiliter Syiah, dan serangan udara pimpinan Amerika Serikat berhasil memukul mundur mereka di sejumlah daerah beberapa bulan terakhir.
Terkait hal ini, Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, menyetujui penugasan milisi Syiah untuk mencoba untuk merebut kembali daerah tersebut. Langkah ini sebelumnya tidak dilakukan untuk mencegah bentrok sektarian antara warga Sunni dan milisi Syiah.
Selain itu, dalam 24 jam terakhir, koalisi serangan udara internasional pimpinan AS menggempur markas ISIS di tujuh lokasi yang berbatasan dengan ISIS.
Pemerintah Irak sebelumnya berjanji untuk membebaskan Provinsi Anbar dari kendali ISIS setelah pasukan keamanan Irak berhasil memukul mundur ISIS dari Kota Tikrit bulan lalu. Namun, pasukan keamanan Irak harus berupaya keras untuk mengalahkan ISIS di Provinsi Anbar yang sebagian besar wilayahnya merupakan padang pasir yang luas. (ama/ama)