Ban Ki-moon menyebut keputusan Pyongyang ini “sangat disesalkan”.
“Pagi ini, pihak berwenang Republik Demokratik Rakyat Korea memberitahu kami, melalui jalur diplomatik, bahwa mereka mencabut keputusan mengijinkan saya berkunjung ke kompleks industri Kaeson,” kata Ban dalam pidato di Korea Selatan seperti diberitakan oleh kantor berita Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kompleks industri ini terletak hanya beberapa menit dari perbatasan kedua negara.
Ban berasal dari Korea Selatan dan pernah menjabat menteri luar negeri pada 2004-2006, dimana dilakukan perundingan yang bertujuan mengakhiri program nuklir Korea Utara. Rangkaian perundingn ini menghasilkan satu kesepakatan pada 2005, namun keputusan itu gagal dilaksanakan.
Media pemerintah Korea Utara tidak pernah memberitakan rencana kunjungan Ban itu atau keputusan mencabut undangannya.
Pada Selasa, Ban mengumumkan rencana mengunjungi zona ekonomi khusus yang dikelola bersama oleh Korea Utara dan Korea Selatan ini. Zona tersebut merupakan satu-satunya kerjasama yang dihasilkan pertemuan puncak kedua negara 15 tahun lalu.
Ban berharap kunjungannya itu akan membantu membuka kembali dialog antara kedua negara.
Jika rencana itu tetap dilaksanakan, Ban akan menjadi Sekjen PBB ketiga yagn mengunjungi Korea Utara, dan yang pertama sejak kunjungan Boutros Boutros-Ghali pada 1993. (yns)