Putra Osama bin Laden Minta Bukti Kematian Ayahnya

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Minggu, 21/06/2015 11:42 WIB
Putra Osama bin Laden Minta Bukti Kematian Ayahnya Dalam dokumen Arab Saudi yang dibocorkan WikiLeaks, diketahui Abdullah bin Laden meminta sertifikat kematian ayahnya yang tewas dalam serbuan tentara AS. (Dok. Pengadilan AS))
Riyadh, CNN Indonesia -- Putra Osama bin Laden pernah meminta ditunjukkan bukti kematian ayahnya pada pemerintah Amerika Serikat. Hal ini terungkap dalam salah satu dokumen diplomat Arab Saudi yang dibocorkan WikiLeaks.

Diberitakan RT, Sabtu (20/6), Abdullah bin Laden mengirimkan surat pada Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, meminta sertifikat kematian ayahnya. Permintaan itu ditolak oleh AS melalui Konsulat Jenderal AS Glen Keiser dalam suratnya tertanggal 9 September 2011.

Menurut Keiser dalam surat yang dibocorkan WikiLeaks, tidak ada bukti dokumen atau sertifikat atas kematian Osama. Sertifikat kematian, lanjut Keiser, tidak dikeluarkan AS untuk orang-orang yang "terbunuh dalam operasi militer".


Namun dalam suratnya pada Abdullah, Keiser memaparkan bukti dokumen lainnya dari pengadilan AS yang secara tidak langsung telah membuktikan bahwa Osama telah tewas.

Surat bernama nolle prosequi, bahasa latin yang berarti "kami tidak akan menuntut", telah dikeluarkan oleh pengadilan tinggi AS untuk membatalkan seluruh gugatan hukum terhadap Osama bin Laden. Pembatalan gugatan ini salah satunya bisa dilakukan jika tergugat telah tewas.

Dalam suratnya, Keiser melampirkan empat halaman dokumen berbahasa Inggris dari pengadilan di AS.

AS mengaku telah membunuh Osama bin Laden pada 2 Mei 2011 di tempat persembunyiannya di Abbottabad, Pakistan. Namun AS sama sekali tidak pernah menunjukkan bukti keras kematian Osama, salah satunya adalah mayatnya.

Mayat Osama dilarung ke laut, dengan alasan agar kuburannya tidak menjadi magnet bagi para ekstremis pendukung al-Qaidah.

Belakangan muncul penyelidikan dari seorang jurnalis senior bernama Seymour Hersh yang mengatakan bahwa AS berbohong soal kematian Osama. Menurut penyelidikan Hersh, Osama telah ditangkap beberapa bulan sebelumnya dan dibuat seolah-olah tewas dalam penyerbuan pasukan khusus Navy Seal.

WikiLeaks membocorkan lebih dari 600 ribu dokumen diplomatik Arab Saudi dan akan membeberkan setengah juta dokumen lainnya dalam beberapa pekan mendatang.

Pemerintah Arab Saudi langsung bereaksi dengan memperingatkan warganya untuk tidak turut menyebarkan dokumen-dokumen yang menurut mereka "bisa jadi palsu". Bagi warga Saudi yang menyebarkan dokumen WikiLeaks maka akan dikenakan dakwaan kejahatan siber. (den)