WHO Bantah 175 Orang Terpapar MERS di Thailand

Yohannie Linggasari, CNN Indonesia | Minggu, 21/06/2015 12:47 WIB
WHO Bantah 175 Orang Terpapar MERS di Thailand WHO meluruskan bahwa mereka bukan terjangkit, tapi pernah melakukan kontak dengan pasien MERS sehingga harus dikarantina. ( Reuters/Kim Hong-Ji)
Jakarta, CNN Indonesia -- WHO membantah dan meluruskan pemberitaan soal 175 orang yang terpapar MERS di Thailand. Menurut Prof dr Tjandra Yoga Aditama, anggota komisi darurat WHO untuk MERS coronavirus, ratusan orang itu bukan terjangkit, melainkan pernah melakukan kontak dengan satu-satunya pasien MERS di Thailand.

"Mungkin berita itu didapat dari media internasional yang menyebut "175 exposed to MERS". Itu bukan berarti 175 orang itu sakit, itu bukan 175 pasien. Mereka adalah 175 orang yang kontak atau mungkin berhubungan dengan hanya 1 orang pasien MERS di Thailand, dan mereka ditemukan lewat program "contact tracing"," kata Tjandra dalam pernyataannya pada CNN Indonesia, Minggu (21/6).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan ini juga memaparkan bahwa 175 orang tersebut terdiri dari para anggota keluarga pasien, petugas kesehatan, supir taksi yang membawa pasien dari bandara, semua awak pesawat, dan penumpang yang duduk dua baris di depan dan dua baris di belakang kursi pesawat yang pasien tumpangi.
"Secara umum, kegiatan "contact tracing" memang harus dilakukan secara luas dan ketat dan juga harus dilakukan oleh semua negara yang ada kasus MERS-nya, dan ini merupakan salah satu kunci utama keberhasilan program di Korea Selatan sekarang ini sehingga jumlah pasien di sama menurun drastis," ujar Tjandra.


Menurut Tjandra, mereka yang ditemukan terpapar dengan pasien MERS akan dikarantina selama 14 hari. Ada lima cara yang dilakukan berbagai negara untuk mengarantina orang yang berpotensi tertular MERS ini.

Di antaranya adalah dirawat di rumah sakit, diminta untuk tidak keluar rumah, dikarantina di bangunan pemerintah, diminta menghindari tempat keramaian, dan secara ketat diukur suhu pagi dan sore.

Pengidap MERS di Thailand adalah seorang pria 75 tahun asal Oman yang datang ke Bangkok untuk berobat. Kamis lalu, pria ini dipindahkan dari
Rumah Sakit Internasional Bumrungrad ke fasilitas penyakit menular pemerintah. Kondisinya kian membaik.

Sementara itu di Korea Selatan, MERS yang telah menyebar sejak 20 Mei telah berkurang penularannya. Sebanyak 25 orang tewas dan 166 terjangkit penyakit pernafasan Timur Tengah ini di Korsel. (den)