Kemenlu Imbau WNI di Korsel Waspada Virus MERS

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Jumat, 05/06/2015 17:34 WIB
Kemenlu Imbau WNI di Korsel Waspada Virus MERS Lebih dari 1.100 sekolah terpaksa ditutup dan sebanyak 1.600 warga Korea Selatan dikarantina di Korea Selatan sejak Kamis (4/6), untuk mencegah penyebaran wabah MERS. (Reuters/Kim Hong-Ji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wabah MERS yang kian memakan korban jiwa dan menyebabkan ribuan warga terpaksa dikarantina membuat panik warga Korea Selatan. Terkait hal ini, Kementerian Luar Negeri RI berupaya memberikan imbauan bagi warga negara Indonesia yang akan bepergian ke Korea Selatan ataupun yang telah berada di negara itu.

(Baca juga: KJRI Guangzhou Imbau WNI Waspadai Virus MERS)

Melalui akun Twitter resmi @Portal_Kemlu_RI, Kemenlu mengimbau agar WNI yang akan melakukan perjalanan ke Korea Selatan untuk selalu menjaga kesehatan, mencuci tangan sebelum, sesudah makan & setelah menggunakan toilet dengan sabun.




Imbauan ini disampaikan Kemenlu sebagai langkah pencegahan penularan MERS pada WNI di Korea Selatan. Pasalnya, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, wabah MERS terus berkembang termasuk ke negara di Asia.

"Hindari kontak dekat dengan orang sakit dan hindari kontak dengan peternakan hidup atau hewan sakit atau liar," cuit Kemenlu RI, Jumat (5/6).

Kemenlu juga menyarankan agar para WNI hanya memakan makanan yang terjamin kebersihannya. Selain itu, WNI diimbau untuk menghindari konsumsi susu yang belum diproses (tidak terpasteurisasi), daging yang dimasak tidak matang, dan buah serta sayur mentah.

Selain itu, para WNI diharapkan untuk segera mencari perawatan medis secepatnya jika merasa tidak sehat, demam dan batuk, terutama jika baru kembali dari wilayah yang terjangkit virus MERS.

Para WNI di Korea Selatan dan wilayah lain yang terdapat penjangkitan MERS juga diminta senantiasa memantau perkembangan berita seputar penyakit mematikan ini.

"Pantau situs Kemenkes (https://www.depkes.go.id) & situs WHO (https://www.who.int/ ) u/ berita2 terbaru terkait #MERS," cuit Kemenlu RI.

WNI di luar negeri juga diingatkan untuk selalu melaporkan diri ke KBRI setempat, agar KBRI dapat memberikan bantuan yang diperlukan terkait penyebaran MERS. Selain itu, WNI diimbau untuk tidak melupakan asuransi perjalanan yang memberikan cakupan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan.

MERS disebabkan oleh coronavirus yang berasal dari famili yang sama seperti virus SARS. Di Timur Tengah, MERS pertama kali muncul pada 2012, menyebabkan 442 kematian. 

Penyakit MERS telah menyebabkan empat orang tewas di Korea Selatan.  Jumlah penderita juga bertambah, kian memicu kepanikan warga Korsel yang tidak mengetahui apapun soal virus berbahaya asal Timur Tengah ini.

Di Korea Selatan, wabah MERS diduga dibawa oleh seorang pria 68 tahun asal Korea Selatan yang baru saja kembali dari Bahrain, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Dia baru didiagnosa MERS pada 20 Mei 2015, atau16 hari setelah masuk rumah sakit. 

Seorang pasien karantina di Korea Selatan yang merupakan putra dari pengidap pertama, berhasil melarikan diri. Pria 44 tahun ini pergi ke China pada 26 Mei 2015 kendati tim medis telah menyatakan dia masuk karantina. Akhirnya dia ditemukan dikarantina di rumah sakit di China karena juga tertular MERS.


Lebih dari 1.100 sekolah terpaksa ditutup di Korea Selatan pada Kamis (4/6), untuk mencegah penyebaran wabah ini. Sementara, sebanyak 1.600 warga Korea Selatan dikarantina, sebagian besar di rumah, sementara sejumlah lainnya dikarantina di beberapa lembaga medis.

(ama/stu)