China Larang Selebritis Bawakan Acara TV

Fadli Adzani, CNN Indonesia | Selasa, 23/06/2015 04:33 WIB
Pengawasan terhadap sektor media pemerintah diperketat dengan melarang para aktor maupun aktris untuk menjadi pembawa acara di acara televisi. Pengawasan terhadap sektor media pemerintah diperketat dengan melarang para aktor maupun aktris untuk menjadi pembawa acara di acara televisi. (Ilustrasi/Thinkstock/Didier Kobi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China pada Senin (22/6) melarang para aktor maupun aktris untuk menjadi pembawa acara di acara televisi. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya "pernyataan yang tidak benar" dalam siaran yang tengah tayang di televisi.

Kebijakan ini dibuat dengan pertimbangan terkait banyaknya acara televisi yang dianggap sebagai hal vulgar atau hiburan politik yang tidak pantas.

Dilaporkan Xinhua, kebijakan terbaru ini merupakan upaya memperketat pengawasan terhadap sektor media pemerintah. Semua pembawa acara televisi harus memiliki kualifikasi yang tepat dan nanti akan diperiksa validitasnya.


"Acara TV, termasuk berita, komentar dan wawancara panel, tidak boleh merekrut bintang tamu untuk menjadi pembawa acara," bunyi laporan dari Xinhua.

"Pembawa acara bertanggung jawab untuk pertunjukan, membimbing penonton dan mengendalikan laju siaran langsung. Tugas ini tidak cocok dilakukan oleh bintang tamu dari kalangan artis," bunyi laporan tersebut.

"Stasiun TV sering menyewa aktor terkenal, aktris dan selebriti sebagai pembawa acara, terutama untuk reality show, yang mungkin akan mengakibatkan pernyataan yang tidak benar dan kesalahan selama siaran langsung," bunyi laporan tersebut.

Menurut laporan dari Xinhua, pembawa acara dan bintang tamu harus benar-benar dilatih sebelum mengisi sebuah acara di televisi.

Pada Mei lalu, para pengawas media menyatakan akan menyelidiki sebuah serial televisi anti-Jepang yang dikritik oleh pemirsa sebagai serial televisi yang vulgar.

Serial televisi tersebut menampilkan adegan seorang wanita membuat sebuah granat dan menyembunyikan granat tersebut di selangkangannya untuk membunuh tentara Jepang. (ama/ama)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK