Rival ISIS Rilis Video Pembunuhan Berteknik Sama

Ranny Virginia Utami, CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2015 11:21 WIB
Rival ISIS Rilis Video Pembunuhan Berteknik Sama Jaysh al-Islam dan ISIS sama-sama bertempur melawan pasukan pemerintah Suriah, namun juga saling bertempur satu sama lain lantaran Jayhs al-Islam tidak mengakui kekhalifahan ISIS. (Ilustrasi/Warrick Page/Getty Images)
Damaskus, CNN Indonesia -- Baru-baru ini sebuah kelompok militan Jaysh al-Islam, atau Tentara Islam, merilis sebuah video yang menunjukan para anggotanya menembak mati sekelompok orang yang diduga pejuang ISIS.

Jaysh al-Islam merupakan koalisi berbagai kelompok Islam dan Salafi yang terlibat dalam Perang Sipil Suriah. Markas operasi utama mereka ada di Damaskus, dekat Douma dan Ghouta Timur.

Dilaporkan Al-Arabiya, kelompok militan ini merilis video yang memperlihatkan teknik eksekusi yang sama dengan eksekusi yang kerap dirilis ISIS. Hanya saja, kali ini perannya dibalik.


Dalam video eksekusi ISIS yang ramai beredar, sang algojo berpakaian serba hitam, sementara korbannya mengenakan terusan berwarna oranye. Namun dalam video eksekusi Jaysh al-Islam, justru sang algojo yang mengenakan seragam berwarna oranye, lalu membunuh 18 pria terduga ISIS yang berpakaian serba hitam. 



Video berdurasi 19 menit ini Jaysh al-Islam mengidentifikasi ISIS sebagai khawarij yang berarti 'yang melampaui', sebuah istilah yang juga digunakan oleh kelompok Hamas untuk menyebut ISIS.

"Kelompok ini mengklaim sebagai ibu pertiwi dan menuduh murtad ke Muslim lain, menumpahkan darah mereka dan menjarah harkat dan martabat mereka," ujar pejuang Jaysh al-Islam sebelum mengeksekusi, dikutip dari The Independent, Rabu (1/7).

Pejuang Jaysh al-Islam mengatakan penembakan terhadap para terduga anggota ISIS ini adalah pembalasan atas pemenggalan tiga pejuang mereka belum lama ini.

"Ini adalah bayaran atas apa yang telah mereka perbuat. Kami juga menyerukan kepada para pengikut mereka untuk bertobat," ujarnya.



Pada Kamis lalu, ISIS mengunggah sebuah video mengerikan yang memperlihatkan proses eksekusi 12 pejuang yang ditangkap setelah pertempuran di Ghouta.

ISIS dan Jaysh al-Islam sama-sama bertempur melawan pasukan pemerintah di Suriah, tetapi juga saling bertempur satu sama lain setelah setidaknya 60 faksi pemberontak menolak beraliansi dengan kekhalifahan ISIS.

Jaysh al-Islam termasuk salah satu kelompok yang cukup kuat. Mereka memiliki sekitar 25 ribu pejuang berketerampilan militer. (ama/ama)