"Tempat Yunani adalah di (zona) euro. Krisis di Yunani tidak mengancam stabilitas keuangan seluruh zona euro. Kami memiliki semua instrumen yang diperlukan untuk memastikan itu, termasuk dana stabilisasi sebesar 500 miliar euro," kata Dombrovskis, dikutip dari RT News, Senin (6/7).
(Baca juga: Profil PM Yunani: Si Pembangkang Titah Uni Eropa)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dombrovskis, hasil referendum ini akan melemahkan posisi negosiasi Yunani dengan para kreditor.
Dombrovskis menilai bahwa pertanyaan yang diajukan dalam referendum di Yunani kemarin tidak akurat, karena program bantuan keuangan kedua telah berakhir pada tanggal 30 Juni.
Terkait hasil referendum Yunani, anggota zona euro akan mengadakan pertemuan darurat pada Selasa (7/7). Presiden Uni Eropa Donald Tusk dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker diharapkan untuk berpidato di sesi Parlemen Eropa di Strasbourg.
(Baca juga: Para Pembenci Uni Eropa Gembira atas Keputusan Yunani)
"Pertemuan Eurogroup, serta KTT zona euro dijadwalkan pada 7 Juli. Saya tidak ingin memberikan perkiraan atas hasil pertemuan tersebut namun saya berharap masalah ini akan diselesaikan di sana," katanya.
Dombrovskis memaparkan bahwa Uni Eropa telah memberikan dana pinjaman kepada Yunani mencapai lebih dari 184 miliar euro dalam bentuk bantuan keuangan makro selama lima tahun melalui sejumlah mekanisme stabilisasi, seperti Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF) dan Fasilitas Pinjaman Yunani (GLM).
Dua paket dana talangan yang telah diberikan kepada Yunani tersebut diperkirakan mencapai 240 miliar euro.
(Baca juga: Penjelasan Singkat soal Krisis Yunani)
Sementara, terkait dengan pengunduran diri Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis, Dombrovskis tidak ingin memberikan komentar apapun.
"Pengunduran diri Menteri Keuangan Yunani dan penunjukan penggantinya adalah urusan internal Yunani," kata Dombrovskis. (ama/ama)