Diberitakan Reuters, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry menegaskan sikap AS yang menentang riwayat pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Kuba. Kerry menyatakan bahwa Kongres AS tidak akan mencabut embargo ekonomi terhadap Kuba selama kondisi HAM di negara itu tidak juga membaik.
"Kongres tidak akan mencabut embargo jika mereka tidak bergerak sehubungan dengan masalah hati nurani," kata Kerry dalam kunjungannya ke Havana untuk meresmikan pembukaan kembali kantor kedutaan AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tetap yakin bahwa rakyat Kuba akan lebih baik jika menggunakan sistem demokrasi, di mana rakyatnya bebas memilih pemimpin mereka," kata Kerry.
"Kami akan terus mendesak pemerintah Kuba untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian PBB dan hak asasi manusia Inter-Amerika," ujar Kerry.
Sikap tegas Kuba
Komentar Kerry menuai balasan tegas dari Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, yang membela Kuba dengan menegaskan bahwa AS bukanlah negara tanpa pelanggaran HAM. Rodriguez merujuk pada sejumlah insiden berbau rasisme dan kebrutalan polisi AS.
"Kami tidak akan membuat keputusan untuk mencoba menyenangkan atau merespon orang-orang yang tidak ingin kami sejahtera. Kuba tidak akan melakukan apa-apa, dan tidak akan memindahkan posisi kami satu milimeter pun," kata Vidal.
Normalisasi hubungan antara AS dengan Kuba diumumkan sejak Desember lalu, namun masih ada beberapa hambatan yang mewarnai normalisasi itu. Kuba ingin Amerika Serikat mengakhiri embargo ekonomi, mengembalikan Guantanamo dan menghentikan sinyal radio dan televisi ke arah Kuba.
Sementara Amerika terus menekan Kuba untuk memperbaiki kualitas HAM, mendeportasi para pelarian politik yang mendapat suaka di Kuba, dan mengembalikan properti warga AS yang dinasionalisasi pada pemerintahan Castro. (ama/ama)