Korea Selatan melangsungkan latihan gabungan tahunan yang disebut Ulchi Freedom Guardian, dengan AS atau sekutu lainnya. Menurut pernyataan dari Komando Pasukan gabungan Korea-AS, tujuannya adalah “untuk meningkatkan kesiapan, melindungi kawasan dan menjaga stabilitas di Semenanjung Korea.”
Dan setiap kali latihan militer dilakukan, maka setiap kali pula Korea Utara menyampaikan kecaman dan ancaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Latihan-latihan ini adalah demonstrasi dari komitmen AS untuk aliansi," kata pejabat itu.
Sementara itu, ancaman terhadap latihan militer ini bukanlah hal baru bagi rezim Kim Jong Un.
"Tentara dan rakyat DPRK tidak lagi seperti dulu di masa lalu ketika mereka harus melawan nuklir AS dengan senapan," kata juru bicara NDC melanjutkan. Ia juga mengatakan bahwa Korea Utara "adalah kekuatan yang tak terkalahkan yang dilengkapi dengan peralatan ofensif dan defensif terbaru yang baik yang tidak diketahui dunia.”
Televisi Korea Utara mengulangi klaim itu, dan mengatakan bahwa negara mereka tak lagi seperti dulu, yang tak punya perlengkapan untuk berdiri melawan AS.
“Jika AS ingin tanah mereka aman, maka Ulchi Freedom Guardian harus dihentikan segera,” kata seorang penyiar di stasiun milik pemerintah, KCNA.
Latihan militer gabungan juga akan menyertakan pasukan dari Australia, Kanada, Kolombia, Denmark, Perancis, Selandia Baru, serta Inggris dan dijadwalkan selama 12 hari hingga 28 Agustus. (stu)