Kota Deir ez-Zor di Suriah kini dilanda kepanikan. Bukan karena serangan udara koalisi pimpinan AS, namun karena dua perempuan Maroko yang diketahui menyebarkan virus AIDS ke sejumlah anggota ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepanikan di lingkungan petinggi ISIS ini membuat mereka terpaksa mengeluarkan putusan baru dalam menanggapi penyebaran virus HIV di kalangan para anggotanya, yakni dengan melembagakan sebuah sistem perbudakan seks.
Putusan baru yang dikeluarkan melalui Komisi Syariah ISIS ini mewajibkan para anggotanya untuk menjalani tes AIDS sebagai upaya pencegahan penyebaran virus.
Sementara itu, dua perempuan Maroko itu dilaporkan telah berhasil kabur ke Turki. Mereka khawatir menjadi korban eksekusi ISIS, menurut media setempat.
Awal tahun ini, seorang pejihad ISIS asal Indonesia yang diketahui terinfeksi virus AIDS akibat berhubungan seks dengan perempuan Yazidi di Provinsi Hasakah, dikabarkan telah dieksekusi mati. Namun kebenaran berita ini tidak bisa dikonfirmasi langsung. (Baca juga: BNPT Lacak WNI Dieksekusi ISIS karena Idap HIV/AIDS) (stu)