Serangan di wilayah Ghouta Timur yang dikuasai pemberontak itu termasuk serangan udara pada 16 Agustus yang menewaskan 117 orang di pasar Douma, sekitar 15 km timur laut dari ibu kota. Daerah ini dikepung oleh pasukan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan udara di dekat Damaskus menambah intensitas perang saudara di Suriah, yang sejak 2011 telah menewaskan sekitar 250 ribu orang, sementara 11 juta lainnya lari dari rumah mereka.
Beberapa watu terakhir, pertempuran antara pemberontak dengan rezim Presiden Bashar al-Assad telah meningkat. Di lain pihak, baik pemberontak maupun pemerintah juga menghadapi ancaman dari ISIS yang telah mencaplok banyak daerah di Suriah.
Amerika Serikat mengatakan serangan udara 16 Agustus lalu di Douma menunjukkan Presiden Bashar al-Assad telah kehilangan legitimasi mereka. Di sisi lain, oposisi politik Suriah mengatakan konflik berkepanjangan tidak dapat diselesaikan jika serangan terhadap warga sipil seperti yang dilakukan Assad bisa berlalu tanpa sanksi apapun.
Ibu kota Damaskus, kursi kekuasaan Assad, juga telah dilanda gelombang serangan roket selama bulan ini. Sejak 13 Agustus, Observatory mengatakan serangan roket di kota ini telah menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. (stu)