Hadir di Protes Bersih, Mahathir Sebut Najib 'Bangsat'

Ike Agestu, CNN Indonesia | Sabtu, 29/08/2015 21:34 WIB
Hadir di Protes Bersih, Mahathir Sebut Najib 'Bangsat' Mantan PM Malaysia Mahathir tanpa diduga hadir dalam protes Bersih di Kuala Lumpur Sabtu (29/8), mengeluarkan kecaman bagi PM Najib Razak. (Reuters/Olivia Harris)
Kuala Lumpur, CNN Indonesia -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad tanpa diduga hadir dalam demonstrasi Bersih di Kuala Lumpur, Sabtu (29/8), disambut sorak gembira para pemrotes.

Mahathir dan istrinya Siti Hasmah Ali tiba sekitar pukul 19.30 waktu setempat.

Ketika berpidato di stadion indoor Pasir Gudang, Dr M, begitu Mahathir kerap dipanggil, sempat mengeluarkan kata-kata keras yang ditujukan untuk Najib.


"Saya pikir jika bangsat itu pergi, maka kita tak akan jadi bangsatlah," kata dia, dikutip dari Malaysiakini, disambut suara tertawa dan tepuk tangan dari massa. Bangsat, dalam bahasa Melayu berarti 'orang yang jahat perangainya seperti pencuri'.

"Yang membangsatkan bukan UMNO, tapi orang ini," lanjut Dr M. "Bukan UMNO yang salah. Andalah yang bersalah. Jika anda pergi, semuanya akan baik."

United Malays National Organisation atau UMNO adalah partai Najib yang kini berkuasa.

"Orang itu yang berada di atas hukum dan konstitusi yang telah melanggar aturan hukum. Orang itu bertanggung jawab atas Malaysia sekarang ini," kata Mahathir, tanpa menyebutkan nama meskipun jelas bahwa ia menyinggung Perdana Menteri Najib Abdul Razak.

Sekitar 20-25 ribu orang turun ke jalanan Kuala Lumpur pada Sabtu. Mereka tergabung dalam gerakan Bersih, menuntut Najib Razak mengundurkan diri. Dengan pakaian dan atribut berwarna kuning, lautan massa menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia, dan berteriak "Bersih!"

Banyak pengamat yang mengatakan meski gerakan ini besar, namun tak akan membuat perubahan signifikan, apalagi sampai menjatuhkan Najib.

Najib, 62, menghadapi menghadapi serangan selama beberapa minggu sejak penyelidik kasus pengelolaan keuangan di badan usaha milik negara 1MDB menemukan transfer yang tak jelas sebesar US$600 juta.

Namun Najib membantah melakukan kesalahan dan mengatakan dia tidak mengambil uang untuk kepentingan pribadi. Di sisi lain, ia telah memperketat cengkeramannya pada kekuasaan melalui serangkaian langkah-langkah untuk menyingkirkan calon pembangkang, seperti memecat wakil perdana menteri dan menteri lainnya yang vokal terkait kasus 1MDB. (stu)