Diberitakan Reuters, Minggu (30/8), polisi menemukan banyak paspor palsu dan materi-materi pembuat bom dalam penggeledahan di apartemen tersangka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin, polisi mengindikasikan bahwa tersangka yang ditahan adalah pelaku utama yang wajahnya terekam kamera CCTV di lokasi pengeboman, Kuil Erawan.
Tersangka menyewa empat apartemen pada lantai yang sama di distri Nong Chok, Bangkok. Seorang pria dan wanita yang juga tinggal di lantai itu mengatakan pada Reuters tersangka tidak tinggal sendirian.
Menurut mereka, ada seorang pria tinggi yang sering keluar-masuk setiap harinya ke apartemen tersangka. Pria kedua ini tidak terlihat batang hidungnya sejak Jumat lalu.
"Kami sering melihat mereka berdua. Salah satunya yang ditahan, tapi ada pria lain, lebih tinggi," kata pria yang tidak ingin disebut namanya ini.
Sebelumnya kepolisian Thailand menuai kritikan karena dianggap terlalu lamban dalam menangkap tersangka pengeboman yang juga menewaskan seorang warga Indonesia tersebut.
Hingga saat ini spekulasi soal identitas pelaku masih liar berkembang. Dugaan yang muncul antara lain adalah kelompok separatis di selatan, organisasi militan asing yang simpati pada Uighur, atau massa anti pemerintah. (den)