Gedung Putih Terus Upayakan Penutupan Penjara Guantanamo

Amanda Puspita Sari/Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 01/09/2015 08:38 WIB
Gedung Putih Terus Upayakan Penutupan Penjara Guantanamo Penjara Guantanamo menuai kecaman internasional karena sebagian besar para tahanan dijebloskan ke penjara ini tanpa melalui proses pengadilan. (Getty Images/Joe Raedle)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara Presiden AS Barack Obama, Josh Earnest, menyatakan Gedung Putih tengah mempertimbangkan beragam cara untuk menutup penjara militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba, pada Senin (31/8).

Dikutip dari Reuters, Earnest menolak untuk mengesampingkan aksi eksekutif sebagai salah satu cara untuk penjara khusus teroris ini. Meski demikian, Earnest menyatakan rute terbaik untuk menutup penjara Guantanamo adalah dengan memenangkan persetujuan Kongres.

Penjara Guantanamo menuai kecaman internasional karena sebagian besar para tahanan dijebloskan ke penjara ini tanpa melalui proses pengadilan. Selain itu, laporan perlakukan kasar para petugas terhadap tersangka teroris kerap mengemuka.


Presiden Amerika Serikat Barack Obama, telah berulang kali berjanji untuk menutup penjara ini. Namun, para anggota Kongres yang sebagian besar merupakan politisi Partai Republik menghalangi langkah apapun untuk mentransfer tahanan Guantanamo ke penjara di Amerika Serikat.

Ketika ditanya apakah Obama akan mempertimbangkan mengambil tindakan eksekutif untuk menutup penjara jika Kongres terus menghalau rencana penutupan, Earnest mengyatakan, "Presiden dan timnya selalu mempertimbangkan beragam pilihan."

"Tetapi kenyataannya cara terbaik adalah anggota Kongres dari kedua partai bekerja secara efektif dengan pemerintah," kata Earnest.

Bulan lalu, Gedung Putih menyatakan akan segera mengirimkan rencana penutupan Guantanamo kepada Kongres. Sebuah langkah sepihak oleh Obama untuk menutup penjara dipastikan akan menimbulkan kisruh di Kongres.

Akibatnya, beberapa politisi Partai Republik melontarkan pendapat yang menentang rencana Obama untuk memindahkan tahanan Guantanamo ke sejumlah penjara di AS.

Akhir Agustus lalu, Menteri Pertahanan Ash Carter menyatakan pihaknya mengirim sekelompok petugas ke penjara yang potensial di Leavenworth, Kansas. Kelompok tersebut akan segera mengunjungi penjara angkatan laut di Charleston, Carolina Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Carolina Selatan Nikki Haley menyatakan dalam konferensi pers, "Kami tidak akan mengizinkan teroris" bertempat di Charleston.

Penjara di Teluk Guantanamo, Kuba, dibuka oleh Presiden George W. Bush setelah serangan 11 September 2001 untuk memenjarakan sejumlah tersangka militam al-Qaeda dan anggota Taliban yang ditangkap di luar negeri.
Penjara ini menampung 116 tahanan, berkurang drastis dari jumlah tahanan pada awal Obama menjabat tahun 2009.

Salah satu strategi utama Obama untuk menutup penjara adalah dengan mengirimkan tahanan ke penjara lain atau memukimkan tahanan di negara lain. Hingga saat ini, sebanyak 52 tahanan telah dinyatakan aman untuk dibebaskan. (ama/ama)