Badai Erika Terjang Dominika, 12 Orang Tewas

Amanda Puspita Sari/Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 29/08/2015 06:10 WIB
Badai Erika Terjang Dominika, 12 Orang Tewas Badai Tropis Erika menerjang Republik Dominika pada Jumat (28/8), mengakibatkan hujan lebat dan angin kencang. Sebanyak 12 orang tewas. (Reuters/Ricardo Rojas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badai Tropis Erika menerjang Republik Dominika dengan hujan lebat dan angin kencang pada Jumat (28/8). Sedikitnya 12 orang dikonfirmasi tewas di Republik Dominika akibat badai ini.

Dilaporkan Reuters, Pusat Badai Nasional AS, NHC, menyatakan badai sempat berputar-putar di sekitar Karibia dan kini menuju Florida selatan.

Dalam akun Twitter miliknya, Perdana Menteri Dominika, Roosevelt Skerrit mencuit bahwa jumlah korban diperkirakan akan bertambah.


Dengan pergerakan yang melemah di daerah pegunungan, Badai Erika diperkirakan mencapai Amerika Serikat.

Meski demikian, terdapat kemungkinan badai ini akan melanda Miami pada akhir pekan dengan angin berkekuatan 97 kph, dan menuju wilayah utara hingga semenanjung Florida, menuju taman hiburan populer di Orlando.

Gubernur Florida, Rick Scott mengumumkan keadaan darurat pada Jumat (28/8), memperingatkan bahwa badai bisa melanda seluruh wilayah Florida dari Ahad (30/8) hingga pekan depan.

Scott menyatakan banjir besar mungkin terjadi di daerah Tampa, Pantai Teluk Florida.

Scott juga mendesak warga, terutama mereka yang menetap di Florida dalam satu dekade terakhir sejak peristiwa Badai Wilma pada 2005, untuk selalu mengikuti perkembangan berita soal badai ini dan membuat rencana evakuasi sedini mungkin.

Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest menyebutkan bahwa Presiden AS, Barack Obama selalu memantau perkembangan terbaru aktivitas Badai Erika selama akhir pekan.

Badai juga memaksa penyedia pelayaran untuk menyesuaikan jadwal kedatangan dan kepergian kapal untuk menghindari hempasan badai.

Risiko terbesar selama beberapa hari ke depan adalah hujan deras di wilayah Republik Dominika dan Haiti. Sebagian besar warga miskin Haiti tinggal di pengunungan, yang berpotensi mengalami kelongsoran hingga 25 cm di beberapa daerah.

"Banjir bandang dan tanah longsor yang bahaya mungkin saja terjadi," bunyi pernyataan dari NHC yang berbasis di Miami.

Perdana Menteri Dominika mengatakan dalam sebuah siaran radio bahwa petugas SAR tengah mencari sejumlah orang yang hilang akibat tanah longsor yang dipicu hujan pada Kamis (27/8) di pulau yang sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan dengan populasi sekitar 72 ribu orang.

Menteri Pariwisata Robert Tonge mengunggah foto dan video di akun Facebook miliknya yang memperlihatkan banjir semakin meluas di ibu kota. Air sungai terlihat meluap dan tanah longsor menyebabkan sejumlah ruas jalan dan jembatan hancur.

Selama beberapa hari, aktivitas Badai Erika sulit diterka karena gangguan pola angin dan interaksi badai dengan tanah dan perairan hangat.

Ketika Badai Erika mendekati ibu kota Republik Dominika, Santo Domingo, pada Jumat (28/8), hempasan angin diukur berkekuatan 50 mph, menurut keterangan NHC.

Badai ini akan melemah setelah melewati pengunungan di Republik Dominika dan Haiti, dan bisa berubah menjadi hanya gelombang tropis.

Namun, badai Erika bisa menguat ketika melewati perairan hangat di laut sekitar Bahama dan Selat Florida. (ama/ama)