Ancam Luncurkan Serangan di Kampus, Mahasiswa AS Ditahan

Amanda Puspita Sari/Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 28/08/2015 04:48 WIB
Ancam Luncurkan Serangan di Kampus, Mahasiswa AS Ditahan Ilustrasi penembakan (Thinkstock/Alexei Novikov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang mahasiswa Universitas Negeri Mississippi ditahan pihak kepolisian pada Kamis (26/8) setelah melontarkan ancaman akan meluncurkan serangan di kampusnya dan membunuh dirinya sendiri. 

Dilaporkan Reuters, aksi Fhu-Qui Kong "Bill" Nguyen ini memicu kepanikan. Pihak kampus bahkan memberikan peringatan serangan penembakan, menyebabkan kampus tersebut diisolasi oleh pihak keamanan.

"Kepolisian kampus merespon peringatan dengan cepat," kata Presiden Universitas Negeri Mississippi, Mark Keenum dalam konferensi pers.


Hanya dalam hitungan menit, Nguyen, mahasiswa baru dari Madison, Mississippi, kemudian diamankan petugas.

Keenum memaparkan bahwa mahasiswa tersebut bersikeras dia sebenarnya tidak memiliki senjata.

Meski sang pembuat onar berhasil diamankan, pihak kampus tetap memberi peringatan kepada seluruh mahasiswa untuk menjaga keselamatan diri. Peringatan ini berlangsung selama setengah jam.

Pihak kampus kemudian menyatakan bahwa tidak ada aksi penembakan maupun korban dalam kejadian ini.

Kampus yang berlokasi di Starkville dan memiliki 20 ribu mahasiswa ini kemudian menghentikan peringatan bahaya, dan mahasiswa dapat melanjutkan aktivitas seperti sedia kala.

Hingga saat ini, belum diketahui tuntutan apa yang akan dijatuhkan kepada Nguyen.

Aksi penembakan di universitas dan lembaga pendidikan lain tidak asing terjadi di AS. Pada 2007, serangan penembakan dilakukan oleh Seung-Hui Cho, mahasiswa senior di Virginia Polytechnic Institute and State University di Blacksburg, Virginia, menewaskan 32 orang dan melukai 17 lainnya.

Di negara bagian yang sama, aksi penembakan terjadi pada Rabu (26/8), menewaskan dua wartawan TV WDBJ, Alison Parker dan Adam Ward, serta melukai seorang pejabat setempat.

Pelaku penembakan, Vester Flanagan mengaku terinsipirasi atas serangan di kampus Virginia Tech serta ingin membalas dendam atas penembakan di gereja kulit hitam Charleston. (ama/ama)