"Untuk mencapai target ini, tergantung dari kondisi nasional, kami akan fokus pada pemuda dengan kemampuan rendah dan kualifikasi rendah; mereka yang tidak bekerja, tanpa pendidikan atau pelatihan," bunyi dalam komunike usai pertemuan antara menteri tenaga kerja di Ankara.
Dalam kesepakatan bersama yang dituangkan dalam komunike tersebut, menteri tenaga kerja G20 menggarisbawahi tiga hal, yaitu lebih meningkatkan pasar kerja yang inklusif, investasi di sumber daya manusia, dan implementasi melalui pengawasan yang efektif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengatasi pengangguran muda masuk dalam fokus meningkatkan investasi di sumber daya manusia, yang meliputi strategi pelatihan kaum muda dan lapangan kerja bagi mereka.
Untuk perkara pengawasan, menteri tenaga kerja G20 mengatakan baru saja memulai mekanisme pelaporan implementasi Rencana Pekerjaan. Selain itu, menaker G20 juga akan menerapkan reformasi demi mengurangi kesenjangan gender dalam dunia kerja hingga 25 persen pada 2025 dan menjadikannya sebuah kepentingan nasional.
"Secara inklusif, jumlah pekerjaan yang berkualitas harus ditambah, memangkas ketidaksetaraan, kemampuan pemuda harus ditingkatkan, dan mengurangi jumlah pengangguran muda hingga 25 persen," ujar Menteri Tenaga Kerja dan Keamanan Sosial Turki, Ahmet Erdem. (pit)