Putra Gembong Narkoba Meksiko Diduga Bocorkan Lokasi Ayahnya

Amanda Puspita Sari/CNN, CNN Indonesia | Senin, 07/09/2015 15:48 WIB
Putra Gembong Narkoba Meksiko Diduga Bocorkan Lokasi Ayahnya Alfredo Guzman (tengah), putra kepala kartel Sinaloa, El Chapo Guzman, diduga membocorkan lokasi ayahnya melalui sebuah foto yang diunggah ke akun Twitter milknya. (Dok. Alfredito Guzman via Twitter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Alfredo Guzman, putra kepala kartel Sinaloa, Joaquin Archivaldo Guzman Loera, gembong narkoba Meksiko yang terkenal dengan julukan "El Chapo", menggunggah foto di akun media sosial Twitter miliknya yang memberikan petunjuk soal keberadaan ayahnya yang tengah buron.

Dikutip dari CNN, Alfredo, 29, mengunggah foto yang memperlihatkan dirinya tengah duduk bersama dua pria yang tak terlihat wajahnya karena ditutupi emoticon. Namun, wajah salah satu pria di sebelah kanannya sedikit terlihat, dan mirip dengan El Chapo.

Alfredo membubuhkan keterangan di foto tersebut, berbunyi, "Puas di sini, Anda sudah tahu dengan siapa."


Cuitan tersebut diketahui berlokasi di Kosta Rika. Namun, belum jelas apakah Kosta Rika tersebut merupakan negara di Amerika Tengah atau sebuah kota di Sinaloa, Meksiko.

Hingga kini belum jelas apakah cuitan ini diunggah dengan sengaja, agar pencarian polisi terhadap El Chapo difokuskan ke Kosta Rika, atau Alfredo tidak sengaja membocorkan lokasi persembunyian ayahnya.

"El Chapo adalah salah satu buronan paling cerdas. Namun, putranya mungkin tak memiliki kecerdasan ayahnya. Meski ini bisa saja hanya taktik pengalihan untuk polisi," kata Phil Jordan, pejabat senior Drug Enforcement Administration, atau DEA.

Nama El Chapo memantik perhatian publik internasional pada Juli lalu ketika berhasil melarikan diri dari penjara federal Altiplano yang berkeamanan tinggi di Mexico City dengan dramatis, melalui terowongan yang dibangun tepat di bawah sel penjaranya.

Jika pria di foto di Twitter Alfredo benar El Chapo, maka foto ini merupakan foto El Chapo pertama yang tersebar sejak dia menjadi buronan, selain rekaman kamera CCTV.

"Kami menyadari soal foto tersebut, tetapi kami yakin bahwa Kosta Rika yang dimaksud bukan negara kami, melainkan sebuah kota di Meksiko," Marco Monge, juru bicara Kantor Investigasi Yudisial Kosta Rika.

"Tidak ada investigasi yang menargetkan Guzman di Kosta Rika," kata Monge melanjutkan.

Sementara di negara bagian Sinaloa, Mesiko, yang menjadi markas kartel pimpinan Guzman, terdapat wilayah kecil bernama Kosta Rika.

"Ya, kita menyadari foto tersebut. Ini sudah tersebar beberapa hari," kata Daniel Lee, juru bicara kantor Jaksa Agung Meksiko, meski tidak memberi komentar apapun soal lokasi foto tersebut.

Semenjak foto itu tersebut, akun Twitter Alfredo, yang memiliki sekitar 155 ribu pengikut, dibanjiri berbagai komentar, mulai dari komentar penuh pujaan kepada El Chapo, hingga penuh cacian.

"Pria ini memberikan kesejahteraan lebih bagi warga Meksiko dari pemerintah busuk kami," bunyi komentar salah satu pengikut Alfredo.

Sementara, pengguna Twitter lainnya menyerukan, "Kamu dan ayah buronmu akan segera ditangkap!"

Semenjak berhasil kabur, El Chapo kini menjadi orang paling dicari oleh otoritas AS atas berbagai tindakan kriminal, termasuk penyelundupan kokain dan pencucian uang. Sebagian besar narkoba yang beredar di jalanan AS diyakini berasal dari jaringan narkoba El Chapo.

Hingga saat ini belum ada informasi soal keberadaan Guzman. Ketika berhasil kabur dari penjara untuk pertama kali pada 2001, Guzman bersembunyi ke markas kartel Sinaloa di Mazatlan. Baru 13 tahun kemudian, pada Februari 2014, dia berhasil ditangkap kembali.

Di bawah kepemimpinan El Chapo, kartel Sinaloa menjadi kartel narkoba paling dominan di Meksiko. Kartel ini disinyalir telah menyelundupkan narkoba senilai miliaran dolar Amerika Serikat, menyebabkan ribuan orang tewas.

Meksiko telah lama berusaha untuk membatasi peran Amerika untuk mengatasi masalah keamanan nasional. Meski demikian, terkait kasus El Chapo, pemerintah Meksiko menerima kritik keras karena tidak mengekstradisi bos narkoba itu ke AS ketika berhasil ditangkap pada 2014 lalu. (stu)