WNI Meninggal dalam Tragedi Mekkah Bertambah Jadi 2 Orang

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Sabtu, 12/09/2015 03:13 WIB
WNI Meninggal dalam Tragedi Mekkah Bertambah Jadi 2 Orang Alat berat jatuh di Masjidil Haram, Mekkah, Jumat (11/9) dan menewaskan satu WNI. (detikcom free watermark/pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga negara Indonesia yang meninggal akibat tragedi jatuhnya alat berat di Masjidil Haram, Mekkah, Jumat (11/9) bertambah menjadi dua orang. Itu disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim saat menggelar konferensi pers di Mekkah. Data yang sama juga disampaikan Konjen RI di Jeddah, Syailendra Dharmakirti pada CNN Indonesia.

"Data yang tercatat sementara, yang meninggal dua orang," kata Syailendra saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (12/9) dini hari waktu Indonesia.

Korban pertama bernama Masnauli Hasibuan, jemaah dari Medan kloter sembilan. Korban kedua perempuan, bernama Siti Rasti Darmini, jemaah kloter tiga dari Jawa Barat. "Soal usia kami belum mendapat informasinya," tutur Syailendra. Korban meninggal nantinya akan dimakamkan di Mekkah.


Pemerintah berjanji memerhatikan hak korban meninggal, termasuk memberikan santunan mereka.

Sementara itu, korban luka berjumlah 23 orang. "Tiga di antaranya luka berat," Syailendra menambahkan. Korban luka berasal dari berbagai daerah: Jabar, Padang, Surabaya, dan Solo. Para korban kini tengah dirawat di RS An-Nur, Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), dan RS Zayr.

"Korban yang tadi di RS Azyat sudah dipindah ke An-Nur semua," lanjut Syailendra menerangkan.

Ia berjanji pihaknya akan terus memantau kesehatan jemaah haji Indonesia yang menjadi korban tragedi jatuhnya alat berat itu. "Untuk yang luka parah sekali, tentu saja nanti akan kami bantu ibadah hajinya," tuturnya Syailendra lagi. Ia menegaskan, tragedi itu tidak mengganggu jalannya ibadah haji.

Hingga saat ini, diterangkan Syailendra, Masjidil Haram masih ditutup usai kejadian sore tadi. Jemaah pun tidak bisa beribadah di dalamnya. "Masih membersihkan bekas-bekas crane yang jatuh. Disterilkan. Sampai selesai, secepatnya," ujarnya.

Total korban tragedi itu mencapai 200 orang, termasuk jemaah Indonesia. Setidaknya 87 di antaranya meninggal dunia, namun belum ada data pasti soal kewarganegaraan para korban. (rsa/rsa)