Musibah Haji

Lokasi Sudah Diperluas, Musibah Mina Kembali Berulang

Deddy S, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2015 17:20 WIB
Sejak kejadian 2006 yang menewaskan 363 orang, pemerintah Arab Saudi melakukan perbaikan di Mina. Tapi musibah kembali terjadi. Jamaah haji melakukan perjalanan menuju Mina. (CNN Indonesia/Reuters/Ahmad Masood)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musibah tewasnya jemaah haji saat ritual lempar jumrah di Mina, Arab Saudi, bukan yang pertama. Seperti dikutip dari CNN, Kamis (24/9), sejak kejadian 2006 yang menewaskan 363 orang, pemerintah Arab Saudi membangun tiga pilar raksasa dengan biaya US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 16,8 triliun dan jembatan dengan lima lantai.

Pembangunan ini bertujuan memberikan ruang yang lebih lega bagi para jemaah sehingga mereka tak terlalu berdesakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, saat melakukan lempar jumrah. Dalam ritual ini, jemaah melemparkan batu ke tiga pilar, sebagai peringatan saat Nabi Ibrahim melempar si iblis dan menolak pencobaannya.
Sudah diberikan ruang yang lebih besar, tetap saja musibah ini berulang. Menyikapi kejadian hari ini, pemerintahan Arab Saudi menerjunkan 4.000 pekerja dan 220 ambulans dan kendaraan lain yang bisa dipakai untuk menyelamatkan dan mengevakuasi korban kecelakaan haji di Mina, Kamis (24/9). . 

“Telah terjadi kecelakaan karena desak-desakan di Mina dan Ketahanan Sipil sedang menanganinya,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Brigadir Jenderal Mansour al-Turki, seperti dikutip CNN.


Akibat berdesak-desakan, sebanyak 310 jemaah haji tewas dan 450 orang lainnya terluka.
(ded/ded)