Mesir tak memiliki parlemen setelah dibubarkan oleh putusan pengadilan pada Juni 2012. Parlemen ketika itu merupakan hasil dari pemilihan demokratis memang didominasi oleh Ikhwanul Muslimin, kelompok yang memainkan peran kunci dalam penggulingan Hosni Mubarak pada revolusi 2011.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minggu ini, pemilih memberikan suara mereka di 14 wilayah termasuk kota kedua Mesir di Alexandria dan Giza, provinsi yang meliputi bagian dari barat Kairo.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu kemarin, Sisi meminta semua warga Mesir ke kotak suara dan mendesak angkatan bersenjata dan kementerian dalam negeri untuk mengamankan proses pemungutan suara.
"Saya memanggil Anda semua, pria dan wanita, tua dan muda, petani dan pekerja dari seluruh negeri untuk berjalan (ke kotak suara) demi negara, dan memilih dengan baik," kata Sisi. (stu)