“Sudah ada 1.809 kasus kolera yang tercatat di Irak,” senjak wabah mulai merebak di sepangan Lembah Efrat bulan lalu, menurut pernyataan dari kementerian kesehatan Irak pada Selasa (20/10), dikutip dari Al Arabiya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu kementerian kesehatan di wilayah Kurdi melaporkan terdapat empat wabah kolera, masing-masing dua di Provinsi Arbil dan Dohuk.
Khalis Khadhr, juru bicara kementerian kesehatan wilayah otonomi Kurdi mengatakan bahwa merupakan pengungsi dari wilayah lain di Irak.
Wilayah Dohuk dan Arbil menampung ratusan ribu orang yang melarikan diri dari tempat lain yang berkonflik di Irak.
Pihak berwenang menyalahkan buruknya kualitas air di Sungai Efrat dengan level air yang sangat rendah atas wabah ini.
Pada 2012, wabah kolera membunuh empat orang di wilayah Kurdi di Irak Utara.
Setelah masa inkubasi yang terbilang singkat, sekitar dua hingga lima hari, kolera akan menyebabkan diare, menyedot air dari tubuh penderitanya.
Menurut data PBB, terdapat 3,2 juta warga Irak yang kehilangan tempat tinggal mereka sejak konflik 2014. (stu)