Seperti diberitakan Asia One, Minggu (25/10), asap tersebut telah tiba di wilayah tersebut sejak 17 Oktober lalu, dan belum kunjung reda hingga akhir pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika memang warga harus beraktivitas di luar rumah, mereka harus mengenakan masker. Gloria Raut, pejabat senior Departemen Kesehatan Filipina mengatakan, asap bisa menyebabkan batuk, iritasi hidup dan tenggorokan serta memicu serangan asma.
Dia menjelaskan, asap kebakaran hutan mengandung banyak zat berbahaya, seperti sulfur dioksida, karbon monoksida dan nitrogen dioksida.
Namun Raut mengatakan, sejauh ini mereka belum menerima laporan adanya warga yang sakit akibat asap.
Selain dikhawatirkan berdampak pada kesehatan warga, asap juga mengancam pertanian di Filipina, seperti yang disampaikan oleh Departemen Pertanian negara itu.
"Polutan seperti debu, jelaga, abu, yang bisa menempel pada daun, mengganggu proses fotosintesis karena menghalangi sinar matahari," kata Maria febe Orbe, pejabat senior Departemen Pertanian di Mindanao.
(den)