Kostum prajurit Israel berisi kaus, celana bahan, ikat pinggang dan topi. Kostum tersebut tampak sangat mirip dengan yang dipakai prajurit Israeli Defence Forces (IDF).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu saja katalog penjualan kostum itu langsung menuai banyak kritik.
"Mengapa tidak sekalian menjual kostum Hitler untuk anak?" tulis seorang netizen. Beberapa netizen juga memberikan komentar bernada amarah.
Sebelum menuai kritik karena menjual kostum prajurit Israel, Walmart juga telah dikritik karena menjual topeng syekh.
Topeng berhidung panjang yang terbuat dari lateks itu dijual seharga US$9,52 (setara Rp130 ribuan).
Dalam katalog penjualannya, tampak seorang pria memakai topeng syekh dengan selendang di kepalanya.
Penjualan topeng tersebut memicu kritik karena semakin mencuatkan isu kebencian terhadap Islam.
Tahun lalu, Walmart juga menjual kostum pria Arab, lengkap dengan baju kurung dan selendang di kepala.
"Tidak ada yang lebih menakutkan selain memakai kostum ini saat pesta Hallooween," tulis keterangan dalam katalog penjualannya.
Saat itu pihak Walmart mengaku kalau kostum tersebut dijual oleh pihak ketiga.
Namun mengenai penjualan kostum prajurit Israel Walmart belum buka suara.
(ard)