Akhirnya, AS Kirim Pasukan Darat ke Suriah untuk Lawan ISIS

Deddy S, CNN Indonesia | Sabtu, 31/10/2015 09:39 WIB
Akhirnya, AS Kirim Pasukan Darat ke Suriah untuk Lawan ISIS Ilustrasi tentara AS (CNN Indonesia/Reuters/Lucas Jackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintahan Barack Obama untuk pertama kalinya memberikan lampu hijau untuk menerjunkan pasukan darat di Suriah. Pasukan darat ini akan membantu pasukan pemberontak untuk melawan pasukan ISIS.

Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, mengatakan Amerika Serikat akan menerjunkan kurang dari 50 anggota Pasukan Khusus. Mereka akan dikirim ke kawasan yang dikuasai Kurdi di utara Suriah. Mereka disebut akan membantu pasukan lokal Kurdi dan Arab memerangi ISIS dengan logistik dan nantinya akan ditingkatkan.

Akan tetapi penempatan pasukan sekecil itu dikritik dan dianggap takkan cukup untuk membantu melawan ISIS. Pejabat Gedung Putih mengatakan, meski kecil, kehadiran mereka diyakini akan berdampak besar di mana pun mereka ditempatkan.


“Presiden meyakini mereka akan dapat mengintensifkan strategi kami dalam membangun kapasitas pasukan setempat di Suriah untuk memerangi ISIS di wilayah mereka,” kata Earnest, seperti dikutip CNN, Jumat (30/10) waktu setempat. Dia bilang, peningkatan kapasitas itu adalah isi strategi militer AS di sana sejak semula.

Earnest juga menekankan bahwa penempatan pasukan darat itu tidak akan mengubah pendekatan AS dalam melawan ISIS di Suriah. Misi pasukan itu, kata dia, bukanlah misi tempur.

Amerika Serikat sendiri melancarkan serangan militer di Suriah sejak September 2014. Tapi pemerintahan Obama sebelumnya tak mau menerjunkan pasukan darat.

Tapi serangan demi serangan yang dilancarkan AS dan koalisinya belum dapat menghentikan ISIS. Bulan-bulan terakhir ini AS menambah bantuannya untuk pasukan lokal berupa senjata, amunisi, dan suplai lainnya.

Lokasi Penempatan Rahasia

Pasukan Khusus yang didatangkan langsung dari AS itu akan berada di Suriah selama beberapa bulan. Mereka ditempatkan di markas tak resmi yang menjadi pangkalan pasukan Arab Suriah, Kurdi, dan kelompok lainnya. Lokasinya sendiri dirahasiakan.

Meski misinya logistik, pasukan itu dilengkapi dengan kemampuan mempertahankan diri. Dan bila terpaksa serta diizinkan, bisa juga ikut bertempur. Apabila ada target penting dari kelompok ISIS yang terlacak di Suriah dan Irak, ada kemungkinan Pasukan Khusus AS akan ditambah.

Sementara, AS sendiri juga meningkatkan persenjataannya dengan menambah jumlah pesawat tempur A-10 dan F-15 di Pangkalan Udara Incirlik di Turki. (ded/ded)