Serangan Udara AS Tewaskan Penyanyi Rap Jerman Anggota ISIS

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Jumat, 30/10/2015 08:14 WIB
Serangan Udara AS Tewaskan Penyanyi Rap Jerman Anggota ISIS Deso Dogg memulai kariernya sebagai penyanyi rap pada 2002 dan dipercaya bergabung dengan ISIS tahun lalu. (Fotodimatti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan penyanyi rap asal Jerman, Denis Cuspert, yang bergabung dan berpartisipasi dalam video propaganda kelompok militan ISIS dilaporkan tewas dalam serangan udara koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat.

Tewasnya Cuspert, yang dikenal dengan nama panggungnya Deso Dogg, dikonfirmasi oleh dua pejabat AS yang tak diungkapkan namanya pada Kamis (29/10).

Salah satu dari pejabat tersebut meyakini bahwa Deso Degg tewas bersama dua orang lainnya dalam sebuah serangan udara AS pada 16 Oktober lalu.


Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut seputar serangan udara AS tersebut.

Cuspert dikenal sebagai salah satu perekrut ISIS yang bertugas memikat warga asing yang utamanya berbahasa Jerman untuk bergabung dengan kelompok militan yang bertujuan mendirikan negara Islam di Irak dan Suriah itu.

Lahir di Berlin, Cuspert pernah menjadi penyanyi rap populer sebelum bergabung dengan ISIS pada 2012.

Dalam salah satu propaganda video yang dirilis pada dalam November 2014 lalu, Cuspert terlihat memegang kepala yang terpenggal, yang dia klaim milik seorang pria yang dieksekusi karena menentang ISIS.

Menurut pemerintah AS, Cuspert dimasukkan dalam daftar teroris pada Februari lalu.

"Cuspert merupakan simbol perekrut ISIS asing ISIS, orang yang terlibat dalam kegiatan kriminal di negara asalnya, kemudian berangkat ke Irak dan Suriah untuk melakukan kejahatan yang jauh lebih buruk," bunyi pernyataan dari Departemen Luar Negeri AS pada bulan Februari.

Dikutip dari CNN, Cuspert dilaporkan memeluk agama Islam, berangkat ke Suriah dan terkait dengan Millatu Ibrahim, kelompok pro-Jihadi di Jerman didirikan oleh Mohamed Mahmoud, seorang jihadi asal Austria yang juga terlibat dalam propaganda ISIS di Suriah.

Sebuah pesan yang ditulis pada laman akun media sosila Facebook milik warga Raqqa pada 17 Oktober mengklaim Cuspert tewas dalam sebuah truk pickup sehari sebelum sejumlah rudal ditembakkan oleh dua pesawat koalisi, dekat dengan stasiun pengisian bahan bakar di Hunaida, yang terletak antara Raqqa dan al-Tabqa, menurut Florian Flade, pakar terorisme Jerman yang telah melacak Cuspert.

Cuspert dilaporkan tewas dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke-40. (ama/ama)