Rusia Tidak Tutup Kemungkinan Pesawat Jatuh oleh Bom

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 10/11/2015 18:41 WIB
Rusia Tidak Tutup Kemungkinan Pesawat Jatuh oleh Bom Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengatakan kemungkinan pesawat Kogalymavia jatuh akibat serangan teror masih terbuka. (Reuters/Dmitry Astakhov/RIA Novosti/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev, tak menutup kemungkinan penyebab kecelakaan pesawat Kogalymavia di Mesir pada Sabtu (31/10) lalu adalah serangan teror.

"Kemungkinan aksi teror, tentu saja, masih tetap ada di antara penyebab dari apa yang terjadi," ujar Medvedev mengenai kecelakaan yang menewaskan 224 jiwa tersebut kepada harian Rossiyskaya Gazeta.

Namun, Medvedev menekankan bahwa proses investigasi masih terus berlangsung.


Sebelumnya, Sekretaris Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, juga mengatakan bahwa tim penyelidik internasional dari Rusia, Mesir, dan beberapa pihak terkait lainnya belum mencapai kesimpulan pasti mengenai penyebab kecelakaan pesawat tersebut.

Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab jatuhnya pesawat. Berbagai kelompok masih saling tuding, sementara penyelidik melakukan investigasi mendalam melalui pemeriksaan rekaman kotak hitam pesawat.

Pada Minggu, para penyelidik di Mesir mengaku 90 persen yakin bahwa suara gaduh di kokpit sebelum pesawat mengalami kecelakaan disebabkan oleh ledakan bom.

"Indikasi dan analisis sejauh ini dari suara di kotak hitam tersebut mengindikasikan bahwa itu adalah bom," ujar seorang sumber anonim kepada Reuters.

Namun, pihak Mesir meminta agar dugaan aksi terorisme dalam insiden ini diteliti secara hati-hati. Bahkan menurut Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, klaim ISIS merupakan cara untuk menjatuhkan citra negaranya di mata internasional.

Kendati demikian, pada Selasa (10/11), kepolisian Mesir menjajaki sebuah kemungkinan baru, yaitu dugaan keterlibatan staf hotel di Kota Sharm el-Sheikh dalam peristiwa itu.

Seperti diberitakan The Telegraph, ada teori yang menyebutkan bahwa staf hotel di Sharm el-Sheikh menyisipkan bom di koper penumpang pesawat Kogalymavia asal Rusia dan meledak di atas Sinai.

Untuk membuktikan teori ini, seluruh staf hotel tempat wisawatan Rusia korban insiden itu menginap diperiksa. Mulai dari pelayan hingga pembawa barang diinterogasi dan diperiksa latar belakangnya, apakah pernah terlibat jaringan teror.

Hal yang sama dilakukan terhadap para pekerja di bandara Sharm el-Sheikh. Intel Barat menduga, pesawat telah ditanami bom, entah siapa yang longgar pengamanannya, bandara atau hotel.

Sementara itu, kelompok bersenjata di Sinai yang berafiliasi dengan ISIS mengklaim bahwa mereka merupakan dalang dari insiden ini. Dalam pernyataan tertulisnya, kelompok bernama Provinsi Sinai ini mengaku membalas dendam atas campur tangan Rusia di perang Suriah.

Selain itu, menurut pemimpin Provinsi Sinai, Abu Osama al-Masri dalam pesan audio, serangan ini menandai setahun baiat mereka kepada ISIS.

Penyidik masih terus mencari bukti-bukti keras yang menunjukkan hal itu, termasuk dari bentuk puing pesawat atau jejak mesiu. Sementara itu ribuan wisatawan asal Inggris masih terjebak di Sharm el-Sheikh karena penerbangan dibatasi demi alasan keamanan.

(den)