Beberapa orang terlihat beraktivitas seperti biasa di jalanan. Namun, jumlahnya jauh lebih sedikit dari biasanya.
Kata "kengerian," "pembantaian," dan "perang" tampak menghiasi surat kabar nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SIMAK FOKUS: Paris Diserbu
"Pembunuhan besar-besaran di Paris," bunyi halaman depan surat kabar Liberation. "Barbarisme telah melampaui batas sejarah."
Hingga kini, masih belum diketahui siapa yang mendalangi serangan tersebut. Delapan orang pelaku, kata Kejaksaan Paris, telah tewas pasca peristiwa pembantaian itu. Tujuh di antaranya tewas karena meledakan bom bunuh diri.
Ledakan di stadion yang sedang menyelenggarakan pertandingan internasional dan rentetan tembakan di tempat-tempat umum terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan. Ketakutan mendadak kembali ke jalanan Perancis.
Lihat juga:Detik-detik Serangan Teror di Paris |
Serangan kali ini jauh lebih besar ketimbang serangan terhadap kantor redaksi Charlie Hebdo, Januari lalu. Otoritas telah mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah, menutup tempat-tempat umum, dan mengerahkan kekuatan militer. (sur)