Jokowi Akan Langsungkan Pertemuan Bilateral di Sela KTT Iklim

Resty Armenia, CNN Indonesia | Senin, 30/11/2015 10:23 WIB
Presiden Joko Widodo akan melangsungkan pertemuan bilateral diantaranya dengan Norwegia, Serbia, Belanda dan Peru di sela KTT Perubahan Iklim di Paris. Presiden Jokowi bertolak ke Paris dari Jakarta pada Minggu (29/11). (Biro Pers/Rusman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memenuhi permintaan pertemuan bilateral beberapa pimpinan negara dan pimpinan pemerintahan di sela-sela acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau yang disebut juga Conference of Parties (COP 21) di Paris, Perancis.

Berdasarkan siaran pers yang diterima oleh CNN Indonesia dari Tim Komunikasi Presiden, Senin (30/1), di sela-sela kegiatan konferensi pada hari pertama ini, Jokowi akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Serbia Tomislav Nikolic, Perdana Menteri Kerajaan Norwegia Erna Solberg, Perdana Menteri Kerajaan Belanda Mark Rutte, dan Presiden Peru Ollanta M. Humala Tasso.

Jokowi juga dijadwalkan untuk menghadiri Forest Event yang digagas oleh Norwegia, Inggris, dan Peru. Tak hanya itu, ia pun dijadwalkan untuk menghadiri Mission Innovation Event.


Sebelum meninggalkan Prancis untuk kembali ke tanah air, rencananya Jokowi juga akan meninjau Paviliun Indonesia di area pelaksanaan UNFCCC COP21.

Sementara itu, kegiatan pertama Jokowi di Paris adalah menghadiri acara pembukaan, "Welcoming of Leaders of COP 21 CMP 11" yang dilaksanakan di Parc des Expositions du Bourget.

Dalam acara itu, Jokowi akan disambut Presiden Perancis Francois Hollande dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di lobi tempat acara berlangsung.

Jokowi akan menyampaikan penyataan pada Sesi Pernyataan Kepala Negara/Pemerintahan. ‎Dalam sesi tersebut, ia akan menyatakan dukungan penuh Indonesia bagi keberhasilan COP21 sekaligus dukungan moral pada Perancis di tengah aksi terorisme yang melanda negara tersebut belum lama ini.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga akan menyampaikan kontribusi Indonesia dalam isu perubahan iklim, terutama dalam mendorong terealisasinya secara penuh prinsip tanggung jawab bersama namun berbeda. Menurutnya, hal ini penting agar negara berkembang dapat berkontribusi lebih besar dalam isu perubahan iklim.‎

"Kita memberikan dukungan politik, sama seperti konferensi sebelumnya, komitmen, karena kita berada pada posisi yang tepat 17 ribu pulau, kalau terjadi kenaikan permukaan air laut," kata Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma‎ sesaat sebelum bertolak ke Prancis.

COP21 berlangsung di Paris pada 30 November hingga 11 Desember. (stu)