"Secepatnya jika tuduhan itu terbukti, kemuliaan negara kami mengharuskan saya melakukan itu (mundur)," kata Erdogan kepada wartawan di sela KTT Perubahan Iklim di Paris, Senin (30/11), dikutip dari CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putin marah besar atas insiden itu dan memerintahkan pembalasan dengan melakukan sanksi dan embargo ekonomi terhadap Turki. Usai peristiwa itu, Rusia juga mengerahkan sistem peluncur rudal di Latakia, wilayah Suriah yang berbatasan dengan Turki.
Awal pekan ini, Putin menyampaikan bahwa Turki sengaja menembak jatuh pesawat mereka demi melindungi jalur perdagangan minyak dengan ISIS. Pertahanan wilayah, kata Putin, hanya alasan semata.
"Kami mendapatkan laporan bahwa minyak dari wilayah yang dikuasai ISIS dikirim ke Turki dalam skala industri. Kami punya bukti di lapangan bahwa pesawat kami dijatuhkan untuk melindungi rute pengiriman minyak dari pelabuhan tempat pemindahan minyak ke kapal tanker," papar Putin.
Erdogan membantah keras tuduhan itu.
"Telah jelas dari mana kami membeli minyak dan gas alami secara sah. Semua orang harus paham kami tidak sebegitu hinanya untuk berurusan dengan organisasi teroris," tegas Erdogan yang diberitakan kantor berita Anadolu.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengimbau Turki untuk menurunkan ketegangan dengan Rusia. Pasalnya, menurut Obama, bertikaian kedua negara justru melemahkan upaya global melawan ISIS di Suriah dan Irak.
Kendati demikian, berbicara pada Selasa (1/12) di Paris, Obama kembali menegaskan dukungan AS kepada Turki yang juga merupakan negara anggota NATO.
"AS mendukung hak Turki mempertahankan diri dan wilayah udara serta daratnya. Kami berdiskusi dengan Turki dan Rusia bagaimana cara menurunkan ketegangan dan menemukan jalur diplomatis untuk menyelesaikan masalah ini," kata Obama. (den)