Lembaga pengungsi PBB, UNHCR mengungkapkan dalam beberapa pekan terakhir jumlah pengungsi Suriah yang melarikan diri dari peperangan dan mengungsi di perbatasan Suriah-Yordania di wilayah timur laut telah melonjak hingga 12.000 orang dari catatan sebelumnya 4.000 ribu orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekerja bantuan memperkirakan meningkatnya jumlah pengungsi Suriah di sekitar perbatasan tersebut disebabkan pengeboman Rusia daerah yang dikuasai ISIS di Homs timur, seperti Palmyra, serta di provinsi Raqqa.
Hingga saat ini, pejabat berwenang Yordania menolak untuk berkomentar terkait masalah ini.
Sejumlah erbatasan tidak resmi di sekitar Yordania ditutup sejak Mei 2013. Para pejabat Yordania menyatakan negara itu telah mencapai batas dalam menampung pengungsi.
Yordania kini menampung 632.228 pengungsi Suriah, yang sangat memberikan dampak terhadap sektor infrastruktur dan ekonomi negara itu, menurut juru bicara UNHCR, Melissa Fleming.
Belakangan, jumlah pengungsi yang mencoba memasuki Yordania terus berkurang hingga kurang dari 50 pengungsi per hari.
"[Para pengungsi] terdiri dari orang tua, warga yang sakit dan terluka, anak-anak, perempuan dan orang lain yang rentan dan benar-benar membutuhkan bantuan," kata Fleming.
"Kami khawatir sejumlah pengungsi perempuan bahkan harus melahirkan dalam kondisi yang sangat tidak sehat dan tidak higienis," katanya. (ama/ama)