Direktur Eksekutif Greenpeace Kumi Naidoo menyatakan Kesepakatan Paris hanya satu langkah dari perjalanan panjang dunia ke depan. KTT Iklim tersebut menyetujui pembatasan laju kenaikan suhu global. Kebijakan tersebut akan diadopsi oleh hampir 200 negara di dunia.
Kumi yang usai COP21 Paris akan meninggalkan Greenpeace juga memberi catatan tambahan, yakni meski target kesepakatan adalah membatasi kenaikan suhu bumi tak lebih dari 1,5 derajat Celsius, gabungan dari target emisi yang menjadi komitmen sejumlah negara masih mendekati 3 derajat Celsius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Steiner menekankan bahwa negosiasi yang berakhir dengan Kesepakatan Paris perlu berlanjut. Menurut dia, ini saatnya dunia mendorong ekonomi hijau, energi terbarukan, inisiatif pendanaan ramah lingkungan, dan aksi-aksi yang memperhitungkan energi hijau, khususnya di sektor transportasi, konstruksi, dan lain-lain.
Steer mengingatkan kerja belum usai. Pada bulan-bulan mendatang, seluruh pihak perlu mengambil langkah maju dari pondasi yang telah dibangun di Paris, yakni menggeser komitmen Paris menjadi aksi nyata.
Untuk setiap emisi dari sumber energi fosil, kata Direktur IMF Christine Lagarde, dunia perlu memberikan insentif bagi investasi rendah karbon yang juga mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat miskin, mengurangi utang, dan memperingan beban pajak bagi sektor rumah tangga dan bisnis.
Lagarde menambahkan, ia menunggu langkah lanjutan dari Kesepakatan Paris, yakni dialog mendalam tentang harga karbon dan upaya-upaya untuk membantu negara-negara mempraktikkan kebijakan penting tersebut.