Kasus perkosaan tahun 2012 itu memicu perhatian dunia terkait maraknya kejahatan terhadap perempuan di India. Menurut laporan polisi, perkosaan terjadi setiap 20 menit di India.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menjalani tiga tahun di penjara khusus anak, pelaku yang tidak disebut namanya ini dibebaskan. Dia kini akan ditempatkan di pusat rehabilitasi yang dikelola lembaga non-pemerintahan.
Dikutip dari CNN, keputusan pengadilan India tersebut kembali menuai protes. Ratusan orang, termasuk orang tua korban, turun ke jalan di New Delhi, mendesak diterapkan hukuman lebih berat kepada pelaku.
Sebelumnya Jumat lalu, pengadilan Delhi tidak mengabulkan petisi dari politisi Subramanian Swamy untuk menjatuhkan hukuman lebih berat kepada pelaku dengan alasan pembebasan telah sesuai dengan undang-undang.
"Walau dengan berbagai upaya, remaja itu bebas hari ini. Saya sangat menyesalinya," kata Badrinath Singh, ayah korban.
Aksi protes sempat berlangsung ricuh setelah terlibat bentrok dengan aparat.
Ibu korban, Asha Singh, mengaku sempat berjanji pada putrinya akan memperjuangkan hukuman berat bagi para pelaku. Namun kini dia merasa kalah.
"Kejahatan telah menang, kami kalah. Upaya kami selama tiga tahun telah gagal," kata Asha.
"Dia layak mendapatkan hukuman yang sama seperti empat orang lainnya yang divonis mati. Seharusnya ini menjadi contoh sejarah bagi masyarakat, bahkan jika memperlakukan wanita dan gadis seperti ini, tidak akan ada yang diampuni," lanjut dia. (stu)