Inggris Didesak Tampung 3.000 Pengungsi Anak-anak

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 06/01/2016 04:06 WIB
Inggris Didesak Tampung 3.000 Pengungsi Anak-anak Inggris didesak menampung 3.000 pengungsi anak-anak yang berisiko terjebak dalam perdagangan manusia. (Reuters/Srdjan Zivulovic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah komite di parlemen Inggris mendesak negara itu menampung sekitar 3.000 pengungsi anak-anak yang bepergian ke Eropa sendirian dan berisiko terjebak dalam perdagangan manusia.

Memukimkan kembali anak-anak tanpa orangtua itu seharusnya menjadi prioritas dalam rencana Inggris untuk menampung 20 ribu pengungsi Suriah, menurut Komite Pembangunan Internasional, yang memonitor kementerian bantuan pembangunan Inggris (DFID).

"Anak-anak jelas menjadi pengungsi yang paling rentan yang diciptakan krisis ini,” kata Stephen Twigg, ketua komite itu, dalam sebuah pernyataan, Selasa (5/1).


"Selamat dari perjalanan berbahaya, terdapat kemungkinan besar anak-anak yang tak ditemani ini menjadi korban pedagang manusia yang memaksa mereka ke prostitusi, pekerja anak, dan perdagangan obat-obatan. Ini adalah isu yang darurat," tambah dia.

Lebih dari sat junta pengungsi dan imigran, setengahnya melarikan diri dari Suriah, tiba di Eropa tahun lalu, menurut Organisasi Migrasi Internasional (IOM).

Pada September lalu, Perdana Menteri Inggris David Cameron berjanji untuk menampung 20 ribu pengungsi Suriah dalam lima tahun ke depan.

"Kami sedang menimbang kembali isu membawa anak-anak Suriah ke Inggris, baik dari wilayah itu atau dari Uni Eropa," kata juru bicara pemerintah Inggris lewat sebuah pernyataan.

Komite Pemnbangunan Internasional mengatakan pemerintah Inggris harus membuat keputusan cepat terkait proposal yang awalnya digagas kelompok Save the Children pada September lalu itu.

Perang sipil sejak 2011 membuat jutaan warga Suriah terlantar, empat jutanya berakhir di kamp pengungsi yang tersebar di Turki, Yordania dan Libanon. (stu)