Berangus Kebebasan, Iran Tangkap Penyair Anti Pemerintah

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Minggu, 10/01/2016 14:56 WIB
Berangus Kebebasan, Iran Tangkap Penyair Anti Pemerintah Sejak Oktober tahun lalu, puluhan jurnalis, aktivis, dan seniman, di Iran telah ditangkap atas tuduhan
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang penyair wanita anti pemerintah Iran ditangkap sekembalinya dia ke negara itu pada Jumat lalu (8/1). Menurut organisasi HAM The International Campaign for Human Rights in Iran, ICHRI, ini adalah bentuk pemberangusan Iran terhadap para seniman dan aktivis.

Diberitakan Reuters, dalam pernyataannya ICHRI mengatakan Hila Sedighi ditahan di Bandara Imam Khomeini, Teheran, pada 7 Januari lalu sekembalinya dari Uni Emirat Arab.

Sejak Oktober tahun lalu, puluhan jurnalis, aktivis, dan seniman, di Iran telah ditangkap atas tuduhan "propaganda". ICHRI mengatakan, tuduhan itu sebenarnya adalah cara Iran memberangus kebebasan berekspresi dan perlawanan jelang pemilu parlemen bulan depan dan pemilihan penerus Pemimpin Tertinggi Syiah Iran Ayatullah Ali Khamenei.


Pejabat Iran tidak mengomentari penangkapan Sedighi. Namun ICHRI mengatakan penangkapan tersebut terkait penangguhan penahanan atas vonis penjara Sedighi tahun 2011 atas protes yang digelarnya dua tahun sebelumnya.

Sedighi adalah aktivis pendukung kandidat reformasi Mir Hossein Mousavi pada pemilu presiden tahun 2009. Setelah Mahmoud Ahmadinejad kembali terpilih, aksi demo besar terjadi di Teheran, menyebut pemilu itu penuh kecurangan.

Dalam demonstrasi itu, Sedigi membacakan sebuah puisinya.

Garda Revolusi Iran membubarkan paksa demonstrasi itu dan Mousavi menjalani tahanan rumah bersama dengan kandidat lainnya Mehdi Karroubi. Hingga saat ini keduanya masih ditahan.

Khamenei mengatakan protes itu adalah upaya "kudeta yang gagal" yang didalangi oleh musuh Iran di luar negeri.

Sedighi pernah dianugerahi penghargaan kebebasan berekspresi Hellman/Hammet oleh Human Right Watch pada tahun 2012. Jurnalis Iran Isa Saharkhiz yang juga meraih penghargaan itu telah lebih dulu ditahan pada November tahun lalu. (den)