Hasil survei itu dipublikasikan pada Selasa (12/1), bersamaan dengan tragedi bom bunuh diri di jantung wisata Kota Istanbul yang diduga dilakukan oleh militan ISIS dari Suriah, menewaskan setidaknya 10 orang. Dari 10 korban, sembilan merupakan warga Jerman, dan satu warga Peru.
PBB, termasuk Turki, melabeli ISIS yang sudah menguasai sebagian besar wilayah di Suriah dan Irak itu, sebagai kelompok teroris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, 21 persen mengatakan bahwa ISIS merepresentasikan Islam dan 8,9 persen yakin bahwa kelompok itu merupakan sebuah negara. Angka ini relatif kecil, namun menunjukkan potensi simpatisan ISIS di antara 78 juta populasi Turki.
“Ada dua posisi yang bertentangan yang kita punya di sini,” ujar Suleyman Ozeren, presiden Global Policy and Strategy, yang menggagas laporan ini.
“Namun tingginya angka orang yang mendukung aksi ISIS seharusnya membuat kita khawatir. Ini juga mengungkap bahwa pencegahan radikalisasi seharusnya menjadi prioritas nomor satu bagi pemerintah. Sekali orang teradikalisasi, sangat sulit untuk menderadikalisasi mereka.”
Turki telah meningkatkan pertarungan mereka melawan ISIS, dan telah berperan aktif dalam serangan udara pimpinan AS di Suriah dan Irak.
Tahun lalu, Turki diguncang dua bom bunuh diri di Suruc dan Ankara, keduanya diduga dilakukan ISIS. Dalam insiden bom di Ankara, lebih dari 100 orang tewas.