Hal ini diungkapkan oleh Khalid setelah direktur Pasukan Khusus Malaysia, Mohamad Fuzi Harun, mengatakan bahwa delapan anak Malaysia sedang dilatih di Timur Tengah untuk menjadi pejuang ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Khalid tak dapat memungkiri bahwa ada kemungkinan besar ISIS telah membangun kamp pelatihan di Asia Tenggara.
"Namun di ASEAN, kami mengetahui bahwa bagian selatan Filipina adalah tempat di mana orang benar-benar terbuka mendukung ISIS. Ada kemungkinan besar ada kamp di sana. Kami tidak dapat mengesampingkan itu," kata Khalid.
Klaim keberadaan ISIS di Filipina pun semakin terbuka ketika sebuah video propaganda dilansir pada pekan lalu. Menurut Reuters, video tersebut menunjukkan kemungkinan bergabungnya empat kelompok militan untuk mendirikan wilayat atau provinsi Negara Islam, di Filipina selatan.
Kendati demikian, juru bicara militer Filipina, Restituto Padilla, tetap menampik klaim tersebut.
Sementara itu, Khalid mengatakan bahwa aparat tak memiliki kemampuan untuk menyambangi kamp pelatihan tersebut dan membawa pulang anak-anak Malaysia yang sudah direkrut.
"Ini adalah masalah ideologi dan kepercayaan. Jika mereka masih mempercayai hal yang salah, bagaimana kami dapat membawa mereka kembali? Apa yang kami coba lakukan sekarang adalah untuk menggagalkan rencana mereka pergi ke sana," kata Khalid. (ama)