Masih Ada Ribuan TKI Korban Perdagangan Orang di Suriah

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Selasa, 19/01/2016 07:22 WIB
Masih Ada Ribuan TKI Korban Perdagangan Orang di Suriah KBRI di Damaskus telah merepatriasi lebih dari 12 ribu TKI sejak moratorium diterapkan pada 2011, namun masih banyak TKI korban perdagangan orang di Suriah. (Reuters/Ammar Abdullah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kendati pemerintah telah mengeluarkan larangan pengiriman tenaga kerja ke Suriah, namun masih ada ribuan warga negara Indonesia, WNI, yang bekerja di negara yang tengah konflik itu.

"Diperkirakan masih ada sekitar 2.000 WNI lagi di Suriah," ujar Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Penerangan Sosial Budaya di Kedutaan Besar RI di Suriah, AM. Sidqi, Senin (17/1).

Sidqi mengatakan kebanyakan WNI ini adalah korban perdagangan orang berkedok pengiriman TKI. Mereka berakhir di Suriah setelah diselundupkan melalui beberapa negara Timur Tengah.


Indonesia sendiri telah menghentikan pengiriman TKI ke Suriah akibat konflik sejak Agustus 2011. Namun para pelaku perdagangan orang menggunakan rute lain dengan mengelabui para TKI dan perwakilan Indonesia. Mereka masuk secara sembunyi-sembunyi

Menurut Sidqi, para TKI ini dikirim ke Suriah oleh para sindikat perdagangan manusia melalui rute Jakarta-Batam-Malaysia-Uni Emirat Arab/Oman-Suriah.

"Mereka masuk dengan visa turis atau visa pekerja. Pemerintah Suriah tidak mau mengakui penghentian pengiriman TKI ke Suriah jadi masih mengizinkan visa pekerja Indonesia ke Suriah," ujar Sidqi.

Salah satu TKI korban perdagangan orang adalah Lili Mariana Harisadi yang ditemukan tewas gantung diri di rumah majikannya di Damaskus 3 Januari lalu. Lili awalnya dikirim ke Malaysia sebelum berakhir di Suriah pada 7 Oktober lalu.

KBRI di Damaskus tidak henti-hentinya melakukan repatriasi TKI korban perdagangan manusia di Suriah. Sejak program repatriasi dimulai 2011, ujar Sidqi, KBRI Damaskus telah memulangkan 12.905 WNI dari Suriah ke tanah air.

"Hampir semua TKI ke Suriah menggunakan paspor resmi yang dipalsukan datanya, seperti nama, tanggal lahir dan tujuan pengiriman. Modusnya mereka dijanjikan dikirim ke UAE, tapi malah dijual ke Suriah," kata Sidqi.

Direktur Perlindungan WNI di Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan peran pemerintah daerah sangat penting untuk mencegah WNI jadi korban perdagangan orang di Suriah.

Menurut Iqbal saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (19/1), para TKI itu biasanya diberangkatkan oleh agen tidak berizin. Para calo-calo agen ilegal ini di daerah memberikan janji manis pekerjaan di negara lain, namun ternyata mereka diperdagangkan hingga ke Suriah.

"Pemda berperan besar untuk memberitahukan kondisi di sana untuk mencegah perekrutan di desa-desa oleh para calo. Pemda harus selalu memberikan laporan ke Jakarta, termasuk ke polisi dan Kementerian Tenaga Kerja," ujar Iqbal. (den)