Hitungan Hari, ISIS Eksekusi 300 Orang di Satu Kota Suriah

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 19/01/2016 10:38 WIB
Hitungan Hari, ISIS Eksekusi 300 Orang di Satu Kota Suriah il
Jakarta, CNN Indonesia -- Kota Deir Ezzor di utara Suriah sudah menjadi saksi bisu penderitaan warga sejak pemberontakan dimulai.

Namun dalam beberapa hari terakhir, Deir Ezzor dilanda teror yang belum pernah dialami sebelumnya, mulai dari bom bunuh diri, penculikan, dan pembunuhan bertub-tubi hingga 300 nyawa melayang.

Kabar tersebut mulai merebak pada Minggu (17/1). Syrian Observatory for Human Rights melaporkan bahwa ISIS menculik 400 warga sipil. Mereka khawatir para tawanan tersebut akan dieksekusi.


Kantor berita SANA kemudian mengabarkan bahwa ISIS diduga melakukan pembunuhan massal di al-Bagaliyeh, salah satu desa di utara Deir Ezzor, menewaskan 300 warga sipil yang kebanyakan perempuan, anak-anak, dan lanjut usia.

Sehari setelahnya, Kementerian Luar Negeri Suriah melayangkan surat kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ban Ki-moon, dan Dewan Keamanan yang berisi laporan bahwa ISIS menerobos rumah-rumah, membunuh, menyiksa, menembaki warga sipil, kemudian menculik penduduk lainnya.

Namun ternyata menurut CNN, ketegangan tersebut sudah dimulai sejak Sabtu (16/1). Syrian Observatory for Human Rights melaporkan bahwa ISIS mengeksekusi sekitar 50 tentara dan 85 warga sipil di al-Bagaliyeh.

ISIS menempatkan para pengebom bunuh diri di Hotel Furat Cham di tepi Efrata. Setidaknya 167 pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad tewas.

Sebuah video yang dilansir ISIS menunjukkan bagaimana mereka menggunakan artileri dan tank serta terlantarnya posisi pasukan rezim.

Observatory mengatakan bahwa kini pasukan rezim tengah membangun kembali kekuatan pertahanannya dengan tambahan pasukan.

Gubernur Deir Ezzor, Mohammad Qaddur, mengatakan kepada Sputnik bahwa kini pasukan rezim sudah berhasil merebut kembali al-Bagaliyeh. Namun, belum ada konfirmasi lebih lanjut untuk membuktikan klaim tersebut.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan ISIS masih terus berlanjut hingga Senin (18/1). Sebagian besar kota sudah dikuasai oleh ISIS sejak tahun lalu, tapi beberapa daerah dan bandara militer masih di genggaman pasukan rezim.

Pertarungan di Deir Ezzor mulai sengit sejak Oktober lalu, ketika ISIS mengambil alih pos-pos pemeriksaan dekat bandara. Di dalam kota sendiri, ISIS menghancurkan posisi rezim dengan menyerang pos-pos penjagaan dengan bom bunuh diri.

Kota strategis

Deir Ezzor memang merupakan daerah penghubung yang penting bagi ISIS. Jalur timur hingga selatan langsung mengarah ke Irak, sementara bagian barat dapat menghubungkan langsung dengan daerah kekuasaan ISIS di Homs, termasuk Palmyra.

Kota ini juga dikelilingi oleh ladang-ladang minyak berharga yang juga menjadi target serangan udara koalisi Amerika Serikat dan Rusia. Dalam video ISIS terlihat bahwa pasukan asing mulai menunjukkan kekuatannya di daerah sekitar kilang minyak tersebut.

Ketika ISIS kian kuat, Rusia juga meningkatkan bantuannya terhadap pasukan rezim di sekitar kota. Pesawat kargo bantuan kemanusiaan Rusia mendarat di daerah kekuasaan rezim pekan lalu, sementara serangan udara terus menggempur ISIS. Menurut ISIS, Rusia sudah melancarkan 150 serangan udara di daerah tersebut selama kurun waktu 48 jam.

Situasi semakin buruk, warga sipil pun mulai berusaha kabur dari Deir Ezzer. Salah satu keluarga mengaku bahwa kerabatnya rela mengeluarkan dana hingga US$5 ribu atau setara Rp69,6 juta agar dapat keluar dari Deir Ezzor meskipun akhirnya tewas sepekan kemudian.

Sementara itu, daerah sekitar Deir Ezzor yang dikuasai rezim mulai dikepung ISIS. Hidup mereka mengenaskan dengan pasokan makanan, medis, dan listrik seadanya. Inflasi besar-besaran terjadi karena banyak produk yang diselundupkan melalui Sungai Efrata.

Pasukan rezim dan ISIS tak mengizinkan warga sipil untuk pergi ke daerah lawan. Banyak pemuda terpaksa bergabung dengan milisi demi sesuap nasi.

Tarik ulur untuk merebut Kota Deir Ezzor terus terjadi dengan hati-hati karena begitu pentingnya posisi kota yang memiliki akses langsung ke ladang minyak utama Suriah. (den)