Dikutip dari The Telegraph, Hubert Zafke bekerja sebagai tim medis di Auschwitz dari Agustus 1944 hingga September 1944.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengadilan di Neubrandenburg menyadari Zafke yang telah renta mengalami "gangguan kognitif dan lemah fisik". Zafke diperintahkan menjalani perawatan medis dan harus beristirahat beberapa kali selama pengadilan nanti.
Media Jerman melaporkan bahwa Zafke mulai mengalami demensia atau pikun.
Diperkirakan lebih dari 1,1 juta orang, yang kebanyakan Yahudi, dibunuh di kamp Auschwitz-Birkenau sebelum tempat itu dibebaskan oleh pasukan Soviet pada 1945.
Para pekerja di kamp itu diburu dan mulai diadili atas kejahatan pembunuhan dan pembantaian.
Sebelumnya pada Juli 2015, perwira Nazi di kamp Auschwitz, Oskar Groening, 94, divonis empat bulan penjara setelah dinyatakan bersalah atas pembunuhan sekitar 4.000 orang.
Groneing dikenal sebagai "penjaga buku di Auschwitz" karena perannya sebagai penyortir dan penghitung uang dari tahanan yang dihukum kerja paksa dan dibunuh di kamp. (stu)