Mereka mendesak anggota parlemen segera meluluskan undang-undang daerah otonomi di wilayah Mindanao demi menghalau radikalisme, terutama di kalangan pemuda Muslim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua juru runding dari MILF Mohagher Iqbal mengatakan kelompoknya khawatir penundaan pengesahan daerah otonomi khusus di Mindanao oleh parlemen akan memicu frustasi di kalangan tentara MILF.
"Faktanya ada peningkatan radikalisme di kalangan pemuda Mindanao. Video telah disebarkan dan sulit memerangi gagasan," kata Iqbal.
Aparat keamanan mengatakan tidak ada bukti kelompok Islam lokal punya kaitan dengan militan di Timur Tengah. Namun kelompok Abu Sayyaf telah menyatakan baiat kepada ISIS. (den)