CNN dalam laporannya Selasa (2/1) menyambangi tempat yang dikelilingi oleh lahan pertanian dan pengeboran minyak itu. Wilayah tersebut berpenduduk campuran suku Arab dan Kurdi, Muslim dan Kristen, serta sejak lama telah diabaikan baik oleh rezim Suriah dan ISIS. Namun Hasakah dilirik oleh Amerika Serikat.
Dalam citra satelit yang diperoleh lembaga IHS Jane's, terlihat landasan pacu itu awalnya untuk keperluan pesawat kecil penyemprot pestisida. Sejak 17 April hingga Desember 2015, landasan itu diperlebar dan diperpanjang, untuk memfasilitasi penerbangan dan pendaratan jet tempur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Landasan pacu ditingkatkan dari 700 meter menjadi 1.320 meter, cukup panjang untuk pendaratan pesawat Hercules C-130. Pelataran kecil pesawat juga tengah dibangun.
Tidak ada menara pengawas, tidak ada lampu, dan sama sekali nihil atribut Amerika Serikat. Pagar pembatas juga hanya dijaga oleh dua pria lokal yang terlihat tidak peduli. Beberapa tentara YPG mengusir reporter CNN dan mengawal mereka pergi.
"Ini zona militer tertutup," kata salah satu dari mereka.
Namun bulan lalu, Kementerian Pertahanan AS tidak mengonfirmasi adanya landasan pacu rahasia dengan mengatakan mereka belum "mengendalikan" bandara manapun di Suriah.
"Tentara AS di Suriah terus mencari cara meningkatkan efisiensi untuk dukungan logistik dan pemulihan personel," kata juru bicara Komando Pusat AS yang mengatur koordinasi koalisi negara-negara penyerang ISIS.
Sementara YPG, yang terdiri dari 25 ribu pria dan wanita, telah menjadi sekutu AS paling efektif dalam melawan ISIS. YPG tahun 2014 berhasil mengusir ISIS dari Kobani di perbatasan Suriah, dan kini dibantu jet tempur AS mereka berhasil membuat ISIS menjauh ratusan kilometer dari Hasakah. Sekarang YPG menguasai sebagian besar wilayah perbatasan dengan Turki, menyulitkan akses ISIS menuju negara lain.
AS sendiri masih hati-hati dalam mempersenjatai YPG secara langsung, dengan mengatakan bahwa bantuan amunisi diberikan untuk koalisi faksi Arab di Suriah. Hal ini demi menjaga hubungan dengan Turki yang menganggap YPG adalah organisasi teroris.
ISIS menurut Hassaki mengubah strategi operasi dengan menurunkan unit kecil yang terdiri dari enam orang sehingga sulit terdeteksi.
Dalam sebulan atau dua bukan ke depan, koalisi pimpinan Kurdi akan menyerang kota kekuasaan ISIS di Ash Shaddadi. Menurut aktivis, di kota itu ISIS membahayakan warga sipil jika ada serangan dan memotong komunikasi ke dunia luar. (stu)