Diberitakan Reuters, Selasa (2/2), Rouhani mengatakan pencabutan sanksi bulan lalu akan mengundang banyak investor asing ke Iran dan menjadikan negara itu eksportir produk manufaktur, selain minyak.
Beberapa perusahaan multinasional telah bergegas mengambil posisi di Iran saat pasar di negara itu kembali terbuka setelah pencabutan sanksi. Namun banyak kontrak yang belum difinalisasi dan beberapa perusahaan masih khawatir akan risiko bisnis di pasar Iran yang dinilai rentan karena gejolak politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rouhani mengatakan perekonomian Iran akan berubah drastis, dengan target ekspor manufaktur, termasuk produk otomotif, di luar dari pemasukan di sektor minyak.
Rouhani menyambangi Roma dan Paris bulan lalu dan menyepakati kerja sama antara produsen mobil Perancis PSA Peugeot Citroen dan Iran Khodro. Perakitan mobil adalah sektor kedua terbesar bagi perekonomian Iran setelah minyak.
Iran juga menargetkan peningkatan ekspor minyak setelah sanksi dicabut. Namun anjloknya harga minyak dalam 18 bulan terakhir dari di atas US$115 per barel menjadi US$35 per barel membuat Iran kembang kempis.
Dia juga mengatakan industri pariwisata Iran bisa sekuat Perancis jika dikelola lebih lanjut. Negara itu, lanjut dia, membutuhkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen untuk mengatasi inflasi dan pengangguran yang mencapai di atas 10 persen. (stu)