Beberapa sopir taksi yang bekerja di kota Ishinomaki, prefektur Miyagi, mengaku pernah menerima "penumpang hantu" yang tiba-tiba menghilang tanpa bekas.
Kisah mistis ini terangkum dalam skripsi Yuka Kudo, mahasiswa fakultas sosiologi di Univertas Tohoku Gakuin, Sendai, seperti dikutip dari Asahi Shimbun bulan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam salah satu kejadian, seorang sopir mengangkut penumpang wanita bermantel di dekat stasiun kereta Ishinomaki. Wanita itu berkata, "Antarkan saya ke [distrik] Minamihama."
Kaget dengan jawaban itu, sopir itu menengok ke penumpangnya. Lebih terkejut lagi karena tidak ada siapa pun di kursi belakang, wanita itu hilang.
Kisah aneh dialami para sopir taksi di wilayah yang dilanda tsunami tahun 2011 lalu. (Ilustrasi/Thinkstock) |
Saat sopir melihat melalui kaca spion tengah, penumpang itu hanya menunjuk ke depan. Sopir berulang kali menanyakan tujuan penumpang tersebut, namun pria itu bergeming. Sesaat, pria itu mengatakan ingin ke "Hiyoriyama [gunung]."
Sesampainya di tujuan, pria misterius itu menghilang.
Beberapa sopir taksi bahkan memperlihatkan bukti argo yang terpaksa harus mereka bayar dari kocek sendiri karena penumpang "tiba-tiba hilang".
Dalam wawancara dengan Asahi, Kudo meyakini bahwa kebanyakan hantu itu adalah pemuda yang tewas dalam bencana tsunami tahun 2011 lalu.
Hal yang membuat Kudo takjub adalah para sopir taksi ini tidak ketakutan, bahkan ingin kembali mengalami peristiwa itu lagi.
"Bukan hal aneh melihat hantu di sini. Jika bertemu hantu lagi, saya akan menerima dia sebagai penumpang," kata seorang sopir taksi kepada Kudo.
"Melalui wawancara itu saya belajar bahwa setiap korban tsunami memiliki arti penting. Saya ingin menyampaikan pesan itu kepada orang lain," kata Kudo.
Prefektur Miyagi merupakan wilayah terparah yang dihantam gempa dan tsunami di Jepang. Menurut data Badan Kepolisian Nasional Jepang, ada 15.891 orang yang meninggal akibat bencana itu. Hingga kini, 2.572 orang masih dinyatakan hilang. (den)
Kisah aneh dialami para sopir taksi di wilayah yang dilanda tsunami tahun 2011 lalu. (Ilustrasi/Thinkstock)