Target Utama ISIS Selanjutnya: Partai Sayap Kanan Perancis

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 09/02/2016 19:52 WIB
Target Utama ISIS Selanjutnya: Partai Sayap Kanan Perancis popularitas ketua partai FN, Marine Le Pen, meningkat pasca rangkaian serangan pada November 2015 lalu. (Reuters/Yves Herman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk pertama kalinya, kelompok militan ISIS melontarkan ancaman secara spesifik kepada partai sayap kanan Perancis, Front Nasional (FN), dalam edisi terbaru majalah propaganda mereka.

Pada majalah Dar al Islam tersebut, ISIS mencetak foto salah satu parade FN dengan keterangan, "Target utama."

"Pertanyaannya bukan lagi apakah Perancis akan diserang kembali seperti November lalu. Satu-satunya pertanyaan yang relevan adalah target dan tanggal selanjutnya," demikian kutipan berita Dar al Islam seperti dikutip Le Figaro.


Potongan gambar dari majalah tersebut kemudian diunggah oleh ahli Islam dan sejarawan dari gerakan jihadi global, Romain Caillet.

Dok. Twitter @RomainCaillet
Menanggapi pemberitaan ini, Sekretaris Jenderal FN, Nicolas Bay, menantang Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls. Melalui Twitter, ia bertanya kepada Valls apakah sang PM puas melihat akibat dari retorika pengecaman FN sebagai partai sayap kanan.

Pada Desember lalu, Valls menggambarkan FN sebagai kelompok rasis dan anti-Semit. Menurut Valls, jika FN memenangkan banyak suara dalam pemilihan umum regional, akan terjadi perang sipil di Perancis.

Seperti dilansir RT, Caillet berpendapat bahwa ancaman ISIS tersebut kemungkinan dipicu slogan berbunyi, "Satu suara untuk FN adalah satu suara untuk ISIS."

Kampanye tersebut digaungkan oleh Presdien Dewan Regional Burgundy, Francois Patriat, pada pemilu wilayah akhir tahun lalu.

Slogan itu diangkat kembali oleh Valls yang berpaham sosialis. Ia mengatkan bahwa FN berupaya memisahkan Perancis, tujuan yang juga ingin dicapai oleh ISIS.

Sementara pihak lain sibuk saling menyalahkan, wakil presiden FN, Florian Philippot, mengatakan bahwa jika ISIS menarget partainya, kelompok militan tersebut sebenarnya menyerang seluruh negara.

Dalam sebuah wawancara dengan RFI pada program Mondal Louise Aliot, seorang wakil presiden FN lainnya mengatakan bahwa ia sudah meminta Kementerian Dalam Negeri Perancis untuk menanggapi ancaman tersebut secara serius dan melakukan segala daya upaya untuk mencegah hal buruk terjadi.

Sementara itu, popularitas ketua partai FN, Marine Le Pen, meningkat pasca rangkaian serangan pada November 2015 lalu. Ia kerap melontarkan protes anti-imigran dan mengkritik cara Uni Eropa menangani masalah banjir pengungsi.

FN lantas memimpin dalam putaran pertama pemilu regional tahun lalu. Namun dalam putaran selanjutnya, FN sama sekali tak memenangkan suara dari daerah manapun. (stu/stu)