Ankara menganggap Kurdi Suriah (PYD) sebagai teroris, merujuk pada keterkaitannya dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah melakukan pemberontakan di Turki selama tiga dekade.
“Apakah Anda di pihak kami atau pihak organisasi teroris PYD dan PKK? ujar Erdogan merujuk kepada AS dalam pidatonya di Ankara pada Rabu (10/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turki sudah berulang kali menyerukan dibentuknya “zona aman” atau “zona larangan terbang” di dalam Suriah. Meski banyak negara Barat menyuarakan dukungan, hal ini dikhawatirkan akan membuat konfrontasi langsung dengan pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Sementara itu pada Senin, Ankara menyampaikan protes atas pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS yang tidak menganggap PYD sebagai organisasi tetroris.
Gelombang pengungsi
Sambil memerangi Kurdida dan ISIS, Turki juga menampung 2,5 juta pengungsi yang melarikan diri dari Suriah sejak perang sipil dimulai pda 2011.
Erdogan mengatakan pengeluaran Turki untuk makanan, akomodasi dan kesehatan mencapai US$10 miliar, sedang PBB hanya menyediakan US$455 juta.
Di sisi lain, pemerintah Turki dan PKK sebenarnya sudah menyepakati gencatan senjata sejak 2012, namun gagal pada Juli tahun lalu. Sejak itu kekerasan di wilayah tenggara Turki yang didiami mayoritas warga Turki terus memburuk.
PYD dan PKK tidak hanya berbagi ideologi, tapi juga milisi. (stu)